Pelaku Pembobol Rujab Wakil Ketua DPRD Sinjai Ditangkap

KabarMakassar.com — Tim gabungan Resmob dan Sat Intelkam Polres Sinjai berhasil menangkap terduga pelaku pencurian dengan pemberatan (Curat) spesialis rumah kosong yang kerap beraksi lintas kabupaten, Kamis (30/1).

Berdasarkan informasi yang dihimpun oleh Tim gabungan Resmob dan Intelkam Polres Sinjai tentang keberadaan terduga pelaku pencurian dengan Inisial IM alias Daeng Tiro, warga Ujungloe, Desa Biringkassi Kecamatan Binamu Kabupaten Jeneponto yang kerap melakukan aksinya dengan cara membongkar rumah kosong, Tim bergerak menuju sasaran dipimpin oleh Ipda Sangkala Kanit Resmob dan Ipda Alfian Mahajir KBO Sat Intelkam Polres Sinjai.

Mengetahui keberadaan terduga pelaku, polisi melakukan pembuntutan terhadap pelaku IM dan nyaris kehilangan jejak disekitar Mesjid Agung Cakkempong, namun karena kelihaian yang dimiliki oleh Tim ini sehingga IM tertangkap tangan melakukan aksinya saat membongkar jendela dan pintu kediaman Rujab Wakil Ketua DPRD Sinjai yang lokasinya tidak jauh dari Mesjid Agung Cakkempong Jalan Persatuan Raya Sinjai dan Tim gabungan langsung menyergap serta mengamankan IM ke Polres Sinjai.

Dari hasil penggeledahan yang dilakukan terhadap IM ditemukan barang bukti berupa satu batang besi linggis, satu dompet, tiga jam tangan berbagai merk, satu unit laptop, satu asang sandal, empat lembar Sarung berbagai merk, satu pasang Sarung tangan satu buah Tang, satu buah gergaji kecil, tiga buah obeng plat, satu buah kunci T, satu buah gunting, dua buah cincin, uang koin/uang kertas, satu buah gelang, satu buah tas warna coklat dan satu unit sepeda motor Yamaha Nmax warna hitam DD 4623 GT yang kendarai pelaku.

Kasat Reskrim Polres Sinjai AKP Noorman Haryanto, menerangkan bahwa terduga pelaku IM telah melakukan aksi pencurian di lima TKP di Kabupaten Sinjai yaitu TKP Jl. Emmi Saelan Kel. Biringere Kec. Sinjai Utara Kab. Sinjai. TKP kedua masih di jln. Emmi Saelan Kel. Biringere Kec. Sinjai Utara Kab. Sinjai. TKP ketiga di Jl. Sungai Tangka Kel. Balangnipa Kec. Sinjai Utara, TKP keempat di Jl. Nenas Kel. Balangnipa Kec. Sinjai Utara. TKP kelima Rumah Jabatan Wakil Ketua DPRD Sinjai masih dalam tahap percobaan pencurian Jl. Persatuan Raya Kel. Biringere Kec. Sinjai Utara.

AKP Noorman Haryanto menambahkan, pelaku IM merupakan eks napi kasus pencurian tahun 2016 yang diproses hukum oleh Sat Reskrim Polres Sinjai dan telah selesai menjalani hukuman di Rutan Kelas IIB Sinjai. Selain itu, IM juga menerangkan bahwa pernah melakukan aksi pencuriannya di Wilayah Hukum Kabupaten Bantaeng.

Terpisah dengan Kapolres Sinjai Akbp Sebpril Sesa, membenarkan penangkapan yang dilakukan oleh Tim gabungan Reskrim dan Intel Polres Sinjai terhadap terduga pelaku pencurian dengan pemberatan (curat) yang kerap beraksi di Wilayah hukum Polres Sinjai dengan sasaran rumah kosong.

“Kepada seluruh lapisan masyarakat terutama yang bermukim di Kabupaten Sinjai untuk lebih berhati-hati bila ingin bepergian dan meninggalkan rumah dalam keadaan kosong dan sedapat mungkin menitipkan kepada tetangga untuk menghindari terulangnya kejadian sebagaimana dimaksud,” pesannya.

Dukungan Pembebasan Irian Barat Mencuat di Sinjai

KabarMakassar.com — Ditengah gencarnya pihak Pemerintah dalam hal Kepolisian Republik Indonesia beserta Tentara Nasional Indonesia (TNI) berupaya meredam Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua, justru di Kabupaten Sinjai terdapat tulisan bernada dukungan “Bebaskan Irian Barat”.

Tulisan yang tidak disengaja KabarMakassar.com potret di salah tembok tugu patung kuda di perbatasan Sinjai-Bone, Kecamatan Sinjai Utara, Kabupaten Sinjai.

Free West Papua begitulah bunyi goresan tersebut. Free West Papua dapat diartikan “Bebaskan Papua Barat” tersebut belum diketahui sejak kapan dan siapa yang menuangkannya.

Demisioner Ketua Presidium DPP Ikatan Keluarga Mahasiswa Sinjai (IKMS) periode 2018-2020, Akhran Mutakabbir mengatakan bahwa kalau saya jelas tulisan tersebut tidak elok. Selain coretan tersebut seakan penyuaraan terhadap kemerdekaan suatu wilayah dalam kedaulatan NKRI.

NKRI harga mati adalah semboyan yang terpatri untuk menjaga kedaulatan dan sejengkal tanah Indonesia. Barangkali tulisan tersebut luput dari perhatian netizen dan warga masyarakat sekitar serta pemangku kepentingan. “Coretan seperti itu juga merusak keindahan salah satu tugu yang ada di Kabupaten Sinjai. Jadi mungkin alangkah baiknya pihak terkait dapat segera mengambil tindakan,” harapnya.

Sementara itu Kasat Reskrim Polres Sinjai AKP Noorman, mengatakan bahwa dari informasi adanya tulisan tersebut akan dilakukan penyelidikan lebih lanjut. “Nanti anggota akan tindak lanjuti, terima kasih atas informasinya,” ujarnya ketika di konfirmasi via WhatssApp, Rabu (29/01).

Lebih lanjut, masalah isu kemerdekaan papua barat menjadi domain Pemerintah pusat, namun akan tetap mendalami motif dari tulisan tersebut. “Dukungan secara otomotis atau tidaknya tetap akan diselidiki oleh anggota Kepolisian jika ada laporan yang masuk,” tegasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya sempat juga viral editan tidak senonoh oleh salah satu netizen terhadap gerbang patung kuda di Sinjai Timur. Dan kini ditemukan coretan Free West Papua di tembok patung kuda di Sinjai Utara sebelum jembatan perbatasan Sinjai-Bone.

Setelah Hari Amal Bakti Terbitlah Mutasi dan Rotasi

KabarMakassar.com — Hegemoni Hari Amal Bakti (HAB) ke-74 Kementrian Agama (Kemenag) Sinjai masih terngiang yang puncaknya pada tanggal 3 Januari 2020. Akan tetapi, tepat 20 hari setelah momentum tersebut, Kepala Kantor Kemenag Sinjai melakukan Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Pejabat Esalon IV yang bertempat di Aula Kantor Kemenag Sinjai Jalan Jenderal Sudirman No.8 Kelurahan Bongki, Kecamatan Sinjai Utara, Kabupaten Sinjai.

Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan tersebut dilakukan bersadarkan PMA No. 19 Tahun 2019 tentang Organisasi dan Tata Kerja Instansi Vertikal Kementerian Agama.

Kepala Kantor Kemenag Sinjai H. Abd Hafid menyampaikan bahwa dimana tagline yang disampaikan oleh Kakanwil Kemenag Sulsel H. Anwar Abubakar, seluruh pejabat Kementerian Agama secepat mungkin dilaksanakan Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Pejabat Esalon IV dengan bersadarkan PMA No. 19 Tahun 2019 tentang Organisasi dan Tata Kerja Instansi Vertikal Kementerian Agama paling lambat 31 Januari 2020 dan sesuai dengan arahan Menteri Agama RI Facrul Razi saat Rakorjawas tahun 2020 yang berlangsung pada tanggal 17-18 Januari 2020 bertempat di Ballroom Hotel Borobudur Jakarta, menyampaikan kepada Kakankemenag Kab/Kota se-Indonesia untuk melantik sesuai dengan persiapan masing-masing sehingga pada hari ini kita melakukan pelantikan di Kementerian Agama Sinjai.

Lebih lanjut dikatakan rotasi dan mutasi dalam suatu instansi adalah hal yang biasa, segala sesuatu akan di bergilirkan kepada manusia dari hati ke hati ada yang tidak pernah menduga akan di pindahkan dari tempat yang satu ketempat yang lain. Ini bukan merupakan dari Baperjakat tapi ini semata-mata pertimbangan dari pimpinan untuk menggeser mana kala memenuhi syarat untuk geser.

“Dalam kondisi seperti ini jangan sampai ada lagi yang membentuk opini-opini di masyarakat bahwa mungkin ada pertimbangan lain sehingga terjadi rotasi dan mutasi di Kementerian Agama Kabupaten Sinjai,” ungkapnya, Jumat (24/1).

Salah satu etika dalam suatu jabatan struktural dimana dalam aturan 5 tahun akan ada pergeseran, dalam pergeseran ada bebera yang perlu di pertimbangkan oleh pimpinan, diantaranya memiliki kesalahan yang tidak bisa di tolerir atau tenaganya di butuhkan di tempat lain atau yang bersangkutan sudah lama di tempat tersebut dan harus mencari pengalaman di tempat lain dan inilah mungkin alasan pimpinan sehingga melakukan rotasi dan mutasi.

Beberapa pejabat yang dikukuhkan sesuai jabatan sebelumnya, sedangkan lainnya pejabat baru. Berikut nama pejabat  yang dilantik/pengukuhan tersebut diantaranya:

1. H.Syamsul Bakhri S.Ag sebagai Kepala Sub Bagian Tata Usaha Jabatan Lama sebagai Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam.

2. H.Roslan S.Ag,M.Pd.I sebagai Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam jabatan lama Kepala Sub Bagian Tata Usaha.

3. Dra Kamriati Anies M.Pd.I sebagai Kepala Seksi Pendidikan Madrasah jabatan lama Kepala Seksi Pendidikan Madrasah.

4. Pelita S.Sos M.AP sebagai Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam jabatan lama Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam.

5. H.Akmaluddin S.Ag,M Pd.I sebagai Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan  Pondok Pesantren jabatan lama Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren.

6. Syamsu Alam S.Ag,MH sebagai Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan umrah jabatan lama Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan umrah.

7. Drs H.Sopyan P sebagai Penyelenggara Zakat dan Wakaf jabatan lama Penyelenggara Syariah.

Hadir dalam acara tersebut Dosen pasca sarjana UIN Alauddin Makassar Prof. Dr. H. M. Galib, MA bersama rombongan, para Kepala KUA se-Kabupaten Sinjai, para Pengawas se-Kabupaten Sinjai, para Kepala Madrasah Negeri dan Swasta se-Kabupaten Sinjai, para Kepala RA se-Kabupaten Sinjai dan Ketua Dwp Kemenag Sinjai serta JFU/JFT lingkup Kementerian Agama Kabupaten Sinjai.

Tire Komoditi Baru yang Dikembangkan Petani Palangka

KabarMakassar.com — Matahari menampakkan sinarnya dari ufuk timur pertanda pagi sudah menyapa. Semua bersiap-siap melakoni aktivitas sehari-hari sesuai dengan profesi yang digelutinya. Para ASN tentu bersiap ke kantor masing-masing.

Sementara petani sebelum berangkat ke lahannya tak lupa sebatang rokok dan segelas kopi.

Petani dengan segala potensi dan keterbatasan yang dimilikinya sebagian menanam apa saja tanaman yang lagi trending di kalangan mereka. Jika prospek cengkeh mulai bagus dan coklat mulai berpenyakitan, maka coklatnya dibabat habis dan kemudian ditanami cengkeh.

Sehingga petani menggunakan pola campur sari di kebunnya.

Dan kini sedang di kembangkan tanaman Morphopallus Onchopillus atau yang lebih di kenal dengan nama Tire oleh masyarakat Bugis Sinjai khususnya dan Sulawesi Selatan pada umumnya.

Di daerah lain tanaman ini dikenal dengan ‘Maja’ oleh masyarakat Bima, NTB, Porang (Jawa), Iles-iles (Sunda). Tanaman yang berbau busuk dan getahnya gatal, tetapi setelah laku di pasaran, para petani berlomba-lomba menanamnya.

Tanaman Tire mempunyai sifat khusus yaitu mempunyai toleransi yang sangat tinggi terhadap naungan atau tempat teduh seperti di bawah pohon jadi dan mahoni. Tanaman Tire membutuhkan cahaya maksimum hanya sampai 40 persen.

Tanaman ini dapat tumbuh pada ketinggian 0 – 700 M dpl. Namun yang paling bagus pada daerah yang mempunyai ketinggian 100 – 600 Mdpl.

Meski dulunya dianggap sebagai tanaman gulma, akan tetapi diketahui memiliki banyak kegunaan seperti untuk bahan lem, jelly, mie, canyaku atau tahu, felem, pembungkus kapsul, penguat kertas. Jika di telusuri di internet, komoditi Tire atau Porang ini ternyata di ekspor ke Tiongkok dan Jepang.

Harga tire dikalangan pengemul pada tahun 2019,Rp 5ribu per kilogram dan diawal 2020 naik Rp 2 Ribu menjadi Rp 7 Ribu.

Dipertengahan tahun 2019 salah seorang petani bahkan mendapatkan penghasilan sebesar Rp 500 Ribu dari penjualan bibit Tire.

Appe (21) mengatakan hasil penjualan bibit tire tahun lalu sekitar Rp 500 Ribu dan kini sedang mengembangkan tanaman tersebut di kebunnya.

“Saya juga menanam Tire supaya dapat mengangkat ekonomi keluarga, semoga tidak seperti ji vanili, awalnya berlomba-lomba orang tanam setelah lama-kelamaan mulai tenggelam,” ungkapnya Jumat (17/1).

Sementara itu, Umar (35) warga Palangka mengutarakan jika tahun lalu tidak menanam hanya mengamati dulu petani lain apakah tumbuhji yang ditanam atau tidak.

“Kuliat-liat jhi tahun lalu orang mattanam dan setelah melihat videonya di Youtube ternyata tire di ekspor ke Cina dan Jepang bukan hoaks. Jadi sekarang saya juga mau kembangkan di kebun yang ada di Palimping,” ungkapnya.

Berdasarkan pengamatan kabarmakassar di Desa Palangka sedang hit dibicarakan dan juga ditanam secara masif oleh petani setempat.

Bahkan sebelum tire jadi trending topik, petani membiarkan saja orang lain mengambil, namun setelah laku dengan harga Rp 7 Ribu mereka mengawasi kebunnya.

Cara Polairud Polres Sinjai Bantu Warga Menyeberang Sungai

KabarMakassar.com — Bencana memang tidak tahu kapan dan dimana akan menimpa suatu daerah. Sehingga semua pihak harus mengantisipasi terjadinya bencana seperti banjir, tanah longsor dan lainnya. Salah satu upaya dikerjakan tentu dengan melakukan siaga banjir.

Seperti itulah yang dilakukan Personil Sat Polairud Polres Sinjai dengan melaksanakan kegiatan siaga banjir. Dengan membantu masyarakat dan pelajar menyeberangi Sungai Tangka, Kecamatan Sinjai Utara, Kabupaten Sinjai dengan menggunakan sarana Speedboat type C3 milik Sat Polairud Polres Sinjai.

Antisipasi siaga banjir dipimpin langsung oleh Kanit Patroli Sat Polairud Res Sinjai, AIPTU Hasanuddin dan dibantu Personil sebanyak tiga orang, Senin (6/1).

Kegiatan ini dilakukan pada saat Kota Sinjai diguyur hujan dan di pinggir sungai Tangka, Lingkungan Larearea, Kelurahan Lappa, Kec. Sinjai Utara, Kabupaten Sinjai.

“Banyak masyarakat dan pelajar yang ingin menyeberangi sungai sedangkan perahu jolloro tidak ada, sehingga personil berinisiatif untuk membantu mereka menyeberangi sungai,” ungkapnya.

Diketahui awal tahun baru 2020 beberapa daerah di Sulawesi Selatan diguyur hujan deras dan diterjang angin kencang. Sehingga setiap daerah di Kabupaten membuka posko bencana.

Mengintip Keindahan Taman Pattiro Tiroang, Destinasi Wisata Menarik di Sinjai

KabarMakassar.com– Sinjai merupakan Kabupaten yang terletak di jazirah Sulawesi Selatan, yang kaya dengan sejarah, budaya, serta keindahan alamnya. Kabupaten Sinjai terletak di bagian timur pulau Sulawesi Selatan yang berbatasan langsung Kabupaten Gowa, Bone dan Bulukumba. Meskipun Sinjai bukanlah tujuan wisata utama di Sulawesi Selatan, akan tetapi daerah berlambangkan kepala kuda ini memiliki beragam destinasi unik yang menarik untuk dikunjungi.

Mulai dari wisata alam, cagar budaya, tempat bersejarah, kuliner khas, tempat romantis, area bermain anak hingga spot foto hits kekinian yang instagramable bisa anda temukan di daerah yang dikenal sebutan Bumi Panrita Kitta ini.

Jika ingin mengagendakan liburan keluarga di Sinjai, maka anda tidak perlu khawatir. Karena Sinjai memiliki objek wisata pilihan dengan keindahan alam yang mengagumkan, Selain Taman Hutan Raya (Tahura) dan Hutan Mangrove Tongke-tongkenya

Kini telah hadir spot foto baru di Taman Pattiro Tiroang yang dapat kamu jumpai di area perbukitan Gunung Lompobattang Desa Bonto Tangnga, Sinjai Borong, Kabupate Sinjai.

Obyek wisata yang lokasinya berjarak sekitar 50 kilometer yang dapat ditempuh dengan kendaraan roda dua atau roda empat dalam waktu sekitar satu jam dari ibu kota Kabupaten Sinjai, hanya saja akses jalanan masuk ke lokasi tersebut belum beraspal dan agak licin takkala hujan.

Memasuki wilayah ini pengunjung akan disambut udara dingin nan lembut karena berada pada dataran tinggi. Anda yang hobi selfie, maka disinilah tempat yang mengasyikkan dengan latar pegunungan dan jurang. Serta dari sini juga pandangan anda akan diarahkan ke Sungai Balantieng yang menjadi pembatas antara Sinjai dan Bulukumba.

Nurfadillah (16), Salah satu pengunjung mengatakan, sejak pertama kali ia kesana, dirinya bisa melihat salah satu tempat yang memiliki suatu pemandangan nan indah, dengan udara yang sejuk dengan berbagai sudut tempat untuk spot foto yang bagus.

“Semoga makin diperluas tempat wisatanya, ditambah lagi tempat pengambilan gambarnya yang lebih menarik sehingga bisa menunjang buat dijadiin view dalam berfoto, dan yang terpenting juga akses atau jalanan kesana dapat diperbaiki secepatnya karena berhubung sebagian jalanannya juga rusak dan saya hampir terjatuh saat pendakian,” Ungkapnya saat ditemui dilokasi tersebut, Kamis (02/01/2020)

Ia juga menambahkan, bahwa dirinya sangat bangga sebagai warga Sinjai Borong yang memiliki suatu keindahan alam yang diminati dan dikenal luas oleh banyak kalangan.

Senada dengan Nurfadillah, Amran (27) warga Tellulimpoe mengharapkan semoga kedepannya fasilitas serta keunikan objek wisata Pattiro Tiroang lebih beragam dan variatif lagi.

“Pihak terkait harus melakukan yang terbaik sehingga pengunjung semakin tertarik dan berbondong bondong mendatangi objek wisata tersebut mengingat pemandangan yang sangat menyegarkan rasa serta panorama alam yg begitu sangat indah dan mempesona yang memanjakan mata para pecinta dan penikmat alam,” terangnya.

Nah, buat anda yang bingung cari tempat liburan untuk saat ini, destinasi Taman Pattiro Tiroang  sangat cocok buat anda kunjungi atau jadikan sebuah recommended untuk liburan selanjutnya, karena selain dengan berbagai keindahan alam yang di jajahkan, anda juga tidak perlu merogok goceh dalam-dalam untuk masuk ke kawasan wisata taman ini, anda cukup membayar biaya karcis sebesar Rp. 5000 perkepala dan digratiskan bagi kalangan anak-anak.

Sekedar diketahui juga, Taman Pattiro Tiroang ini beberapa waktu lalu diresmikan oleh Bupati Sinjai Andi Seto Gadhista Asapa. Taman ini makin melengkapi obyek wisata Spot Foto di Sinjai setelah sebelumnya wisatawan hanya mengenal Bambu Village di Tanassang, Bukit Vandiam di Desa Sanjai, dan Bukit Pelangi di Gojeng.