kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Titik Pesawat ATR di Maros Belum Pasti, Tim SAR Gabungan Akan Perluas Pencarian

Titik Pesawat ATR di Maros Belum Pasti, Tim SAR Gabungan Akan Perluas Pencarian
Arif Anwar memberikan penjelasan situasi terkini (Foto : Dwiki Luckianto Septiawan KabarMakassar)

KabarMakassar.com — Tim SAR gabungan menyiapkan skenario perluasan area pencarian pesawat ATR milik Indonesia Air Transport (IAT) yang hilang kontak di wilayah pegunungan Maros dan Pangkep, Sulawesi Selatan. Langkah ini dilakukan jika titik pasti pesawat belum berhasil ditemukan, dengan tetap memprioritaskan keselamatan korban.

Kepala Basarnas Makassar, Arif Anwar, menyampaikan hingga Sabtu malam, tim SAR masih bekerja berdasarkan indikasi awal temuan serpihan di kawasan Gunung Bulu Saraung. Namun, belum ada kepastian bahwa lokasi tersebut merupakan titik jatuh pesawat, sehingga rencana pengembangan area pencarian telah disiapkan.

“Apabila titik lokasi belum ditemukan, maka area pencarian akan kami perluas,” kata Arif Anwar dalam konferensi pers di Kantor Basarnas Makassar, Jalan Bandara Baru Internasional Sultan Hasanuddin, Kecamatan Mandai, Kabupaten Maros.

Menurut Arif, skenario perluasan mempertimbangkan beberapa faktor, mulai dari data koordinat terakhir yang diterima AirNav, laporan masyarakat, hingga analisis kondisi geografis kawasan pegunungan. Area pencarian tidak hanya difokuskan pada puncak Gunung Bulu Saraung, tetapi juga mencakup lereng, lembah, serta jalur-jalur potensial di mana serpihan pesawat dapat terbawa gravitasi atau tertutup vegetasi lebat.

Dalam skema ini, tim SAR gabungan membagi sektor pencarian menjadi beberapa zona. Setiap zona akan disisir secara bertahap oleh tim darat yang dilengkapi peralatan navigasi dan komunikasi. Personel cadangan juga disiapkan untuk diterjunkan ke sektor baru apabila pencarian di area awal belum membuahkan hasil.

Selain jalur darat, pencarian melalui udara tetap menjadi bagian dari rencana pengembangan area. Helikopter TNI Angkatan Udara, termasuk jenis Caracal dan H-630, disiagakan untuk pemantauan visual dari udara guna mengidentifikasi kemungkinan titik api, serpihan, atau perubahan kontur medan yang mencurigakan.

Namun, perluasan area pencarian sangat bergantung pada kondisi cuaca. Pergerakan awan tebal dan jarak pandang terbatas menjadi tantangan utama dalam menentukan sektor tambahan yang akan disisir melalui udara. Koordinasi lintas instansi dilakukan secara intensif sebelum keputusan perluasan area diambil.

Arif menegaskan, fokus utama dalam setiap skenario tetap pada upaya menemukan korban. Seluruh langkah pencarian, baik di area awal maupun wilayah pengembangan, diarahkan untuk mempercepat proses evakuasi jika korban berhasil ditemukan.

“Fokus kami adalah korban. Apabila ada indikasi baru, tim akan segera digeser ke sektor tersebut,” ujarnya.

Sebelumnya, Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko menyebutkan, laporan awal berasal dari masyarakat dan pendaki yang menemukan serpihan serta kertas di sekitar Gunung Bulu Saraung. Temuan tersebut masih dalam proses verifikasi untuk memastikan keterkaitannya dengan pesawat yang hilang kontak.

Dalam konteks perluasan area pencarian, aparat TNI, Polri, Basarnas, dan instansi terkait terus melakukan evaluasi lapangan secara berkala. Hasil evaluasi menjadi dasar penentuan apakah pencarian difokuskan, diperluas, atau dialihkan ke sektor lain yang dinilai lebih potensial.