kabarbursa.com
kabarbursa.com

Tim SAR Gabungan Temukan Badan dan Ekor Pesawat ATR di Lereng Gunung Bulusaraung

Tim SAR Gabungan Temukan Badan dan Ekor Pesawat ATR di Lereng Gunung Bulusaraung
Kepala Bidang Operasi SAR Basarnas Makassar, Andi Sultan memberikan informasi terkini di posko

KabarMakassar.com — Tim SAR gabungan terus melakukan pencarian pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) yang hilang kontak di wilayah perbukitan Maros–Pangkep, Sulawesi Selatan, dan melaporkan temuan dugaan badan serta ekor pesawat.

Kepala Bidang Operasi SAR Basarnas Makassar, Andi Sultan, mengatakan pencarian hari ini diawali dengan pemberangkatan tim aju pada pukul 06.00 Wita. Tim tersebut membawa drone dan peralatan evaluasi untuk melakukan asesmen awal lokasi.

“Update pencarian pesawat ATR 42-500, pukul 06.00 pagi tadi kami memberangkatkan tim aju dengan membawa drone dan peralatan evaluasi lainnya,” ujar Andi Sultan.

Beberapa menit kemudian, unsur udara dari TNI Angkatan Udara turut diberangkatkan untuk melakukan pemantauan dari udara. Sekitar pukul 07.46 Wita, kru helikopter melaporkan adanya temuan serpihan kecil yang diduga bagian jendela pesawat.

“Dari pukul 07.46 kami diinformasikan kru helikopter telah terlihat serpihan window pesawat yang kecil,” kata Andi.

Tak berselang lama, tepatnya pada pukul 07.49 Wita, tim udara kembali melaporkan temuan yang lebih besar di sisi selatan lereng pegunungan. Objek tersebut diduga merupakan bagian badan dan ekor pesawat.

“Pada pukul 07.49 ditemukan bagian besar pesawat yang dicurigai sebagai badan dan ekor pesawat di bagian selatan lereng,” tambahnya.

Menindaklanjuti laporan tersebut, tim darat yang lebih dahulu diberangkatkan langsung bergerak menuju titik temuan. Namun, medan yang sangat terjal serta kondisi kabut tebal menjadi kendala utama dalam proses pergerakan.

“Sampai saat ini teman-teman yang menuju lokasi menghadapi medan cukup terjal, sehingga kami harus memperhitungkan faktor keselamatan terlebih dahulu,” jelas Andi Sultan.

Penggunaan drone menjadi krusial dalam pencarian ini mengingat kontur wilayah yang berbukit dan sulit dijangkau. Tim SAR melakukan asesmen menyeluruh sebelum mengerahkan personel ke titik temuan guna meminimalkan risiko.

“Kami memberangkatkan tim aju terlebih dahulu ke lokasi badan pesawat. Kendala di lokasi cukup berkabut,” ujarnya.

Untuk mempercepat koordinasi, posko operasi SAR kini dipindahkan ke Kantor Desa Tompobulu, Kabupaten Pangkep. Personel gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, dan instansi terkait terus melakukan pemetaan lokasi serta menyiapkan jalur evakuasi apabila ditemukan korban.

Hingga berita ini disusun, operasi pencarian masih berlangsung. Tim SAR gabungan menegaskan fokus utama tetap pada keselamatan personel serta percepatan identifikasi dan evakuasi dari lokasi temuan pesawat.