KabarMakassar.com — Bupati Jeneponto, Paris Yasir menekankan penyusunan RPJMD harus dilandasi semangat kolaboratif dan berbasis data, serta menjawab kebutuhan riil masyarakat.
“RPJMD ini bukan sekadar dokumen administratif, tetapi menjadi kompas arah pembangunan kita lima tahun ke depan. Kita ingin program yang kita tuangkan dalam RPJMD benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat dan bisa dirasakan manfaatnya secara langsung,” ujar Bupati saat memimpin Rapat strategis penyusunan RPJMD di Kantor Bupati, Selasa (22/07).
Dalam forum ini, Paris juga membahas berbagai program prioritas daerah yang akan menjadi fokus dalam perencanaan jangka menengah, di antaranya, peningkatan infrastruktur jalan dan irigasi untuk mendukung sektor pertanian serta memperkuat konektivitas antarwilayah.
Selain itu dibahas pula, Penguatan layanan dasar, khususnya di bidang kesehatan dan pendidikan serta pemberdayaan ekonomi lokal berbasis UMKM dan sektor pertanian.
Selanjutnya, ia juga meminta agar peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan, pendidikan, serta reformasi birokrasi untuk tata kelola pemerintahan yang lebih efektif. Terlebih lagi, pengelolaan lingkungan hidup, termasuk mitigasi terhadap potensi bencana yang rawan terjadi di beberapa wilayah Jeneponto.
Menanggapi hal itu, seluruh peserta rapat turut aktif berdiskusi dan memberikan masukan konstruktif demi menghasilkan dokumen RPJMD yang partisipatif, responsif, dan akuntabel.
Pemkab Jeneponto juga berkomitmen menyusun RPJMD ini secara tepat waktu, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang undangan, serta melibatkan seluruh pemangku kepentingan untuk menjamin keberhasilan implementasi di lapangan.
Dengan sinergi dan keseriusan seluruh elemen, diharapkan RPJMD yang sedang dirancang ini mampu mewujudkan visi pembangunan Jeneponto yang lebih tertib, aman, agamis, tangguh, dan berdaya saing.














