KabarMakassar.com — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin alias Appi, menegaskan bahwa kebijakan work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) bukanlah bentuk kelonggaran kerja, melainkan skema kerja yang tetap menuntut kedisiplinan dan tanggung jawab penuh.
Appi menekankan, pelayanan publik tidak boleh terganggu meski sebagian ASN bekerja dari rumah. Ia memastikan layanan di tingkat kelurahan dan kecamatan tetap harus berjalan maksimal tanpa kompromi.
“Pelayanan itu tidak bisa tidak ada. Di kelurahan, kecamatan harus maksimal,” tegasnya, Kamis (02/04).
Lebih jauh, ia mengingatkan bahwa efektivitas WFH menjadi perhatian utama. Appi bahkan memberi sinyal pengawasan ketat terhadap respons ASN selama bekerja dari rumah.
“Saya tidak mau tahu, kalau saya telepon, dalam 5 menit harus diangkat. Ini bukan liburan, bukan cuti. Ini kerja dari rumah, tetap kerja,” ujarnya.
Menurutnya, pejabat eselon II dan III bersama organisasi perangkat daerah (OPD) yang bersentuhan langsung dengan pelayanan publik tetap diwajibkan masuk kantor guna menjaga stabilitas layanan kepada masyarakat.
Appi juga membuka kemungkinan pengaturan skema kerja lain seperti work from anywhere (WFA), yang tengah dikaji sebagai bagian dari upaya efisiensi energi dan pengurangan penggunaan bahan bakar.
“Kita lagi formulasikan cara terbaik, termasuk kemungkinan WFA di hari berbeda, supaya kita juga bisa menekan penggunaan energi berlebih,” jelasnya.
Terkait disiplin, ia menegaskan seluruh ASN wajib standby dan siap dihubungi kapan saja selama jam kerja. Meski tidak langsung menjatuhkan sanksi jika panggilan tak terjawab dalam 5 menit, ia menyebut hal tersebut sebagai peringatan keras.
“Standby itu wajib. Ini warning bahwa WFH bukan alasan untuk tidak responsif. Data bisa dikirim lewat WhatsApp atau email, semua harus siap,” katanya.
Selain itu, Pemkot Makassar juga akan memberlakukan sistem absensi seperti hari kerja biasa guna mencegah potensi penyalahgunaan WFH, terutama menjelang akhir pekan yang rawan dimanfaatkan untuk pulang kampung.
“Jangan sampai dianggap ini momen untuk pulang kampung. Absensi tetap berjalan seperti biasa,” tegas Appi.
Adapun rencana penerapan WFH secara resmi masih dalam tahap kajian. Pemerintah kota berhati-hati dalam menentukan waktu pelaksanaan agar tidak menimbulkan dampak sosial, termasuk potensi mobilitas masyarakat yang berlebihan.
“Kita masih kaji. Jangan sampai justru memberi ruang orang pulang kampung lebih lama,” tukasnya.














