kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Penyerangan Dua Kantor Pemerintah di Makassar Terekam CCTV, Polisi Selidiki

Penyerangan Dua Kantor Pemerintah di Makassar Terekam CCTV, Polisi Selidiki
Kanit Jatanras Polrestabes Makassar AKP Hamka di TKP. (Dok: Ist)

KabarMakassar.com — Tim Jatanras Polrestabes Makassar bersama Opsnal Polsek Mariso tengah melakukan penyidikan intensif terkait dugaan penyerangan yang terjadi di dua lokasi berbeda, yakni kantor Perumda Parkir Makassar dan Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Makassar.

Peristiwa tersebut terjadi pada malam hari dan terekam kamera pengawas di masing-masing lokasi.

Kanit Jatanras Polrestabes Makassar AKP Hamka mengatakan, pihak kepolisian saat ini memfokuskan penyelidikan pada analisis rekaman CCTV untuk mengungkap identitas serta pergerakan para pelaku.

Dari hasil penelusuran awal, polisi menduga penyerangan dilakukan oleh kelompok yang sama di dua lokasi berbeda dalam rentang waktu berdekatan.

AKP Hamka menjelaskan, berdasarkan hasil analisis sementara, jumlah pelaku diperkirakan sekitar 13 orang yang menggunakan tujuh unit sepeda motor. Seluruh rangkaian pergerakan dan aksi penyerangan tersebut terekam kamera CCTV, baik di sekitar lokasi kejadian maupun di jalur yang dilalui sebelum dan sesudah kejadian.

“Fokus penyelidikan kami saat ini adalah melakukan analisa CCTV secara menyeluruh untuk mengidentifikasi para pelaku. Dari rekaman tersebut, terlihat jelas jumlah kendaraan dan pergerakan mereka,” ujar AKP Hamka saat ditemui di lokasi kejadian, Jumat (16/1)

Menurutnya, hasil pantauan CCTV menguatkan dugaan bahwa aksi penyerangan tersebut dilakukan secara sengaja. Para pelaku diduga datang dengan tujuan tertentu dan tidak dilakukan secara spontan.

Indikasi tersebut menjadi salah satu dasar kepolisian untuk memperdalam penyidikan guna mengungkap motif di balik penyerangan tersebut.

“Dari hasil pantauan CCTV, terlihat adanya unsur kesengajaan. Para pelaku datang, melakukan penyerangan, lalu meninggalkan lokasi,” ungkapnya.

AKP Hamka mengungkapkan, berdasarkan informasi yang dihimpun penyidik, penyerangan pertama kali terjadi di Kantor Dishub Makassar. Setelah melakukan aksi di lokasi tersebut, para pelaku diduga bergerak menuju kantor Perumda Parkir Makassar dan kembali melakukan tindakan serupa. Pola pergerakan ini tengah dianalisis untuk mengetahui rute dan titik kumpul para pelaku.

“Informasi awal yang kami peroleh, Dishub diserang lebih dulu, kemudian para pelaku bergerak ke Perumda Parkir. Ini yang sedang kami dalami untuk memastikan kronologinya secara utuh,” jelasnya.

Dalam proses penyidikan, kepolisian telah memeriksa sejumlah saksi yang berada di sekitar lokasi kejadian. Hingga saat ini, sedikitnya tiga orang saksi telah dimintai keterangan guna memperkuat rangkaian peristiwa dan mencocokkan dengan rekaman CCTV yang ada.

Selain keterangan saksi, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi kejadian. Barang bukti tersebut berupa pecahan kaca yang diduga berasal dari dampak penyerangan. Meski demikian, polisi memastikan tidak ada korban luka dalam peristiwa tersebut karena kondisi kantor dalam keadaan kosong saat kejadian berlangsung.

“Tidak ada korban luka karena saat kejadian kantor dalam kondisi kosong. Namun kami tetap mengamankan barang bukti untuk kepentingan penyidikan,” kata AKP Hamka.

Terkait dugaan motif penyerangan, termasuk kemungkinan adanya unsur teror atau sasaran tertentu, kepolisian belum menyimpulkan dan masih melakukan pendalaman. Seluruh kemungkinan masih terbuka dan akan ditentukan berdasarkan hasil penyidikan dan bukti-bukti yang dikumpulkan.

“Nanti akan kami dalami lebih lanjut apa motif dari penyerangan ini. Saat ini fokus kami adalah mengidentifikasi pelaku dan mengungkap peran masing-masing,” pungkasnya.