kabarbursa.com
kabarbursa.com

Bocah 10 Tahun Tewas Terseret Arus Gorong-gorong di Makassar

Bocah 10 Tahun Tewas Terseret Arus Gorong-gorong di Makassar
BPBD Kota Makassar saat Menemukan Bocah 10 Tahun Terseret Arus di Gorong-gorong (Dok: Ist).

KabarMakassar.com — Seorang anak berusia 10 tahun dilaporkan meninggal dunia setelah terseret arus air di gorong-gorong kawasan Jalan Nuraksa, Kelurahan Paccerakang, Kecamatan Biringkanaya, Rabu (21/01).

Kepala BPBD Kota Makassar, Muhammad Fadlih menjelaskan, korban diketahui bernama Jaiz Mahdiang, pelajar yang berdomisili di sekitar lokasi kejadian.

“Insiden terjadi sekitar pukul 15.30 WITA saat korban bermain bersama teman-temannya di sekitar gorong-gorong sambil menunggu orang tua pulang ke rumah,” jelas Fadli.

Diduga, korban terjatuh ke dalam lubang gorong-gorong dan terseret arus air yang cukup deras. Setelah menerima laporan, BPBD Kota Makassar segera mengerahkan tim gabungan bersama Damkarmat, TNI, Polri, serta warga setempat untuk melakukan pencarian di saluran gorong-gorong dan aliran kanal.

Korban akhirnya ditemukan sekitar pukul 17.40 WITA dalam kondisi meninggal dunia. Selanjutnya, jenazah dievakuasi oleh tim gabungan dan diserahkan kepada pihak keluarga di rumah duka. Tidak dilakukan penanganan medis lanjutan.

“Kami menyampaikan duka cita kepada keluarga korban. Proses pencarian dilakukan secara cepat melalui sinergi BPBD, Damkarmat, TNI, Polri, serta dukungan masyarakat hingga korban berhasil ditemukan,” ujar Fadli.

Saat kejadian, kondisi cuaca dilaporkan mendung dengan arus air yang cukup kuat. Akses menuju lokasi dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat, dan selama proses pencarian tidak ditemukan kendala berarti di lapangan.

BPBD Kota Makassar mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak serta menghindari aktivitas di sekitar kanal, gorong-gorong, dan saluran air, terutama saat cuaca tidak menentu.

“Kami mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi bahaya di saluran air dan gorong-gorong, terutama bagi anak-anak, agar kejadian serupa tidak terulang,” tutup Fadli.