kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Ini Amalan yang Dianjurkan Selama I’tikaf di 10 Hari Terakhir Ramadan

Ini Amalan yang Dianjurkan Selama I’tikaf di 10 Hari Terakhir Ramadan
Suasana jemaah I'tikaf di Masjid Wihdatul Ummah (dok. Syamsi/KabarMakassar)

KabarMakassar.com — I’tikaf menjadi salah satu amalan yang banyak dilakukan umat Islam pada sepuluh hari terakhir Ramadan. Ibadah ini dilakukan dengan cara berdiam diri di masjid dengan niat mendekatkan diri kepada Allah melalui berbagai bentuk ibadah.

Secara umum, i’tikaf dimaknai sebagai aktivitas menetap di masjid untuk mengkhususkan waktu beribadah serta mengurangi aktivitas duniawi. Tradisi ini biasanya dilakukan pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadan, sebagaimana dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW.
Hal tersebut diriwayatkan dalam hadis yang disampaikan oleh Aisyah RA:

“Sesungguhnya Nabi saw. selalu beri’tikaf pada 10 hari terakhir bulan Ramadan hingga beliau wafat. Kemudian istri-istri beliau melakukan i’tikaf setelah beliau wafat.” (HR. Muslim).

Para ulama menjelaskan bahwa orang yang melakukan i’tikaf atau disebut mu’takif dianjurkan tetap berada di dalam masjid selama masa i’tikaf berlangsung. Hal ini karena inti dari i’tikaf adalah menetap di masjid agar seseorang dapat lebih fokus menjalankan ibadah.

Meski demikian, mu’takif tetap diperbolehkan keluar dari masjid dalam kondisi tertentu. Misalnya untuk alasan syar’i seperti melaksanakan salat Jumat jika masjid tempatnya beri’tikaf tidak menyelenggarakan salat Jumat.

Selain itu, mu’takif juga diperbolehkan keluar untuk kebutuhan alami seperti buang air, mandi janabah, atau dalam kondisi darurat yang berkaitan dengan keselamatan.

Selama menjalani i’tikaf di masjid, terdapat sejumlah amalan yang dianjurkan untuk dilakukan agar waktu yang dihabiskan menjadi lebih bermanfaat secara spiritual.

Salah satu amalan yang dianjurkan adalah memperbanyak salat sunah. Mu’takif dapat melaksanakan berbagai salat sunah seperti salat tahiyatul masjid, salat malam, serta ibadah sunah lainnya sebagai upaya meningkatkan kualitas ibadah.

Selain itu, membaca Al-Qur’an juga menjadi amalan yang banyak dilakukan selama i’tikaf. Suasana masjid yang relatif tenang membuat kegiatan tadarus atau tilawah dapat dilakukan dengan lebih khusyuk.

Amalan lain yang dianjurkan adalah memperbanyak dzikir dan doa. Dzikir merupakan ibadah yang sederhana namun memiliki nilai besar dalam Islam karena membantu menjaga ingatan seorang Muslim kepada Allah.

Selain ibadah langsung seperti salat dan dzikir, mu’takif juga dapat memanfaatkan waktu dengan membaca buku-buku keagamaan. Misalnya membaca tafsir Al-Qur’an, hadis, atau literatur yang membahas ajaran Islam untuk memperdalam pemahaman agama.

Melalui berbagai amalan tersebut, i’tikaf menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah sekaligus memanfaatkan waktu Ramadan untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah.

error: Content is protected !!