kabarbursa.com
kabarbursa.com

IHSG Turun 1,27 Persen, Tertekan Sentimen Global dan Domestik

IHSG Turun 1,27 Persen, Tertekan Sentimen Global dan Domestik
Ilustrasi saham (Dok: Int)

KabarMakassar.com — Indeks Harga Saham Gabungan dibuka melemah pada perdagangan hari ini, Jumat (27/02).

Terpantau, pada pukul 10.08 WITA, indeks kehilangan 104,83 poin setara turun 1,27 persen ke level 8.130.

Menurut data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), volume perdagangan mencapai 5,98 miliar saham dengan nilai transaksi tembus Rp2,15 triliun, dengan frekuensi terjadi sebanyak 292.714.

Pada pembukaan perdagangan, IHSG dibuka langsung melemah dan kehilangan 23,95 poin atau setara melemah 0,29 persen ke level 8.211.

Tercatat, ada 134 saham yang menguat, 431 saham yang melemah, serta 138 saham yang berada dalam posisi stagnan.

BRI Danareksa Sekuritas menyampaikan jika IHSG tertekan oleh sentimen eksternal dan internal. Dari luar sendiri, Amerika Serikat mematok tarif tinggi panel surya ke Indonesia yaitu sekitar 104,38 persen.

Hal itu meningkatkan kegelisahan tekanan ekspor serta eskalasi proteksionisme. Bahkan, tensi Amerika Serikat dan Iran memiliki potensi melibatkan Rusia juga China yang juga memicu risk-off di emerging markets.

Sementara itu, dari dalam negeri, implementasi aturan minimum free float 15 persen menimbulkan kekhawatiran potensi notasi khusus, sampai dengan risiko delisting untuk emiten yang belum siap, mendorong adanya aksi jual.

Berikut disertakan rekomendasi saham yang dirangkum oleh sejumlah broker pada hari Jumat (27/02), yaitu:

Phillip Sekuritas

-FILM, PPGL

MNC Sekuritas

-BBRI, BKSL, ENRG, MDKA

BRI Danareksa Sekuritas

-TINS, HRTA, INDF

BNI Sekuritas

-MBMA, MDKA, BIPI, NCKL, HUMI, BUMI

CGS International Sekuritas

-TLKM, ASII, INDF, AADI, BBTN, BBRI

Panin Sekuritas

-PWON, AADI, ASII

Mirae Asset Sekuritas

-ARCI, AUTO, EXCL

Phintraco Sekuritas

-TOBA, ASII, INDF, SIDO, TLKM

Disclaimer: Saham-saham yang direkomendasikan di atas mencerminkan potensi tren kenaikan berdasarkan analisis teknikal dan fundamental. Meski demikian, investor disarankan untuk tetap mencermati kondisi pasar dan melakukan analisis lebih lanjut sebelum mengambil keputusan investasi. Berita ini tidak bersifat mengajak untuk membeli produk tertentu.