kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Hati-hati, Atasi Luka bakar Bukan Dengan Menggunakan Odol

KabarMakassar.com — Mengatasi luka bakar yang terjadi di rumah maupun tempat kerja tanpa pikir panjang kerap kita menggunakan bahan-bahan yang belum jelas ampuh agar bisa sembuh seketika, namun berdampak buruk hingga terjadi infeksi.

Hampir semua orang pernah terkena luka bakar ringan akibat terkena air panas, setrika panas, atau menyentuh wajan yang panas. Kalau mengalami luka bakar ringan seperti contoh-contoh tersebut, terkadang melakukan perawatan di rumah untuk mencegah infeksi malah salah mengantisipasinya.

Ada beberapa hal yang berbahaya dan mengakibatkan luka menjadi serius jika salah menangani salah satunya adalah mengolesi langsung luka bakar dengan menggunakan Odol atau pasta gigi.

Odol atau pasta gigi disebut-sebut dapat meringankan nyeri akibat luka bakar. Padahal, kandungan zat dalam odol bisa membuat luka bakar semakin parah. Untuk diketahui jika Odol mengandung berbagai bahan kimia yang digunakan sebagai pemutih dan pengharum napas.

Kandungan dalam Odol bisa menyebabkan iritasi serius jika digunakan secara langsung pada jenis luka bakar ringan. Alhasil, jaringan di sekitar luka bakar malah semakin rusak.

Tak hanya itu sekedar informasi, Odol punya kandungan kalsium dan peppermint yang dapat meningkatkan risiko infeksi pada luka bakar dan merusak jaringan kulit. Meski bisa mendinginkan luka, penggunaan odol untuk luka bakar justru menutup permukaan luka sehingga memerangkap panas di dalamnya. Hingga kondisi tersebut akan menghambat penyembuhan luka bakar.

Kerusakan jaringan akibat penggunaan odol akan lebih parah jika pasta gigi dioleskan pada derajat luka bakar yang lebih tinggi. Tidak hanya Odol, ada beberapa bahan lain yang berbahaya dan tidak disarankan untuk pengunaannya saat kita mengalami luka bakar antara lain, 

1. Es Batu
Es batu memang dapat mendinginkan suhu kulit. Namun, menggunakan es batu ataupun air dingin dengan cara yang salah justru dapat memperparah kondisi luka bakar. Baik es batu maupun air dingin dapat mengiritasi area luka, bahkan menyebabkan sejenis luka bakar yang disebut cold burn.

2. Minyak esensial
Minyak esensial memiliki kegunaan untuk kulit. Akan tetapi, penggunaannya pada kulit yang terbakar justru dapat menahan panas dan mencegah pemulihan luka. Jadi, hindari penggunaan berbagai jenis minyak untuk pengobatan luka bakar, begitu pula dengan minyak kelapa dan minyak zaitun.

3. Putih telur
Seperti mitos penggunaan odol untuk luka bakar, putih telur juga tidak terbukti dapat mengatasi kondisi ini. Putih telur mentah justru dapat meningkatkan risiko infeksi pada luka. Bahan ini juga dapat memicu reaksi alergi pada sebagian orang. Oleh karena itu, hindarilah penggunaannya saat Anda mengalami luka bakar.

4. Mentega
Belum ada penelitian yang menunjukkan bahwa mentega dapat menjadi bahan alami yang efektif mengatasi luka bakar. Seperti halnya minyak, mentega juga dapat memerangkap panas pada area kulit dan memperlambat proses pemulihan. Selain itu, mentega tidak steril sehingga dapat memicu infeksi pada area kulit yang terluka.

Untuk mencegah iritasi dan infeksi dari luka bakar, ada bahan sederhana yang bisa dilakukan untuk meredakan panasnya. Apalagi derajat panasnya masih dalam kondisi ringan, dan berikut obat alami yang bisa mengatasi luka bakar ringan yang bisa didapatkan dari rumah kita sendiri;

1. Air dingin
Sama halnya dengan odol, penggunaan es batu untuk luka bakar memang perlu Anda hindari. Namun, membasahi luka bakar dengan air tidak berbahaya. American Academy of Dermatology Association justru menyarankan menyiram luka bakar dengan air dingin selama 10 menit. Hal ini dapat membantu mengeluarkan panas dari kulit Anda.

2. Kompres dingin
Kompres dingin dari handuk basah, kantung berisi air dingin, atau air dingin dalam botol juga bisa membantu mengangkat panas dari dalam kulit. Namun, luka bakar yang baru bisa sangat lengket dan mudah menempel di permukaan benda lain. Maka dari itu, dalam pengobatan luka bakar pastikan Anda membasahi permukaan kompres dengan air terlebih dulu.

3. Gel lidah buaya
Dibandingkan memakai odol untuk memberikan efek dingin pada luka bakar, sebaiknya gunakanlah bahan alami yang lebih aman seperti lidah buaya. Lidah buaya atau aloe vera memiliki kemampuan untuk mengurangi peradanya dan rasa nyeri pada luka di kulit.

Manfaat lidah buaya untuk luka ini juga dapat membantu pengobatan luka bakar. Untuk mencegah iritasi, pilihlah produk gel lidah buaya yang berasal dari lidah buaya murni tanpa tambahan alkohol dan pewangi. Selain itu, Anda juga bisa mengoleskan cairan dari tanaman lidah buaya langsung pada luka bakar.

4. Madu
Madu dapat mengobati luka karena juga memiliki komponen antiperadangan dan antibakteri yang dapat membantu penyembuhan luka. Namun, madu akan lebih tepat digunakan untuk pemulihan luka bakar.

Penggunaan odol untuk pengobatan luka bakar tidak terbukti dapat meredakan nyeri, lebih-lebih menyembuhkan luka. Agar menghindari luka bakar lama pulih atau bahkan bertambah parah, ada baiknya Anda menghindari penggunaan bahan-bahan yang belum terbukti manfaatnya. [Sumber: HalloSehat.com]

error: Content is protected !!