KabarMakassar.com — PDI Perjuangan secara resmi membacakan Rekomendasi Eksternal pada penutupan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I Tahun 2026 yang digelar di Beach City International Stadium, Senin (12/01).
Rekomendasi tersebut memuat delapan persoalan fundamental yang dinilai menjadi tantangan serius bagi masa depan Indonesia.
Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Aceh, Jamaluddin Idham, yang membacakan naskah rekomendasi menegaskan bahwa sikap politik PDIP berlandaskan ideologi Pancasila dan nilai-nilai kelahiran bangsa pada 1 Juni 1945.
“PDI Perjuangan menempatkan etika moral, keteladanan, dan kebenaran hakiki sebagai pandu perjuangan politik. Kebenaran itu adalah kebenaran ideologis Pancasila, kebenaran konstitusional UUD 1945, serta kebenaran etika yang berpihak kepada rakyat,” ujar Jamaluddin.
PDIP memandang tantangan kebangsaan saat ini saling berkelindan dan tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Tantangan pertama yang disoroti adalah krisis keteladanan dalam penyelenggaraan negara akibat penyimpangan etika dan tata perilaku bernegara.
Selain itu, PDIP juga menyoroti krisis ekologis yang ditandai dengan bencana lingkungan sebagai dampak kesalahan tata ruang, konversi hutan yang masif, serta praktik industrialisasi ekonomi ekstraktif.
“Bencana ekologis bukan peristiwa alam semata, melainkan buah dari kebijakan yang keliru dan mengabaikan keberlanjutan,” tegas Jamaluddin.
Tantangan berikutnya adalah merosotnya supremasi hukum yang menyebabkan hukum kehilangan ruh keadilan dan kemanusiaan. Kondisi ini diperparah oleh persoalan ekonomi sistemik, mulai dari keterbatasan fiskal, penumpukan utang luar negeri, korupsi, hingga deindustrialisasi yang memicu pengangguran dan kemiskinan.
PDIP juga memberikan catatan keras terhadap berkembangnya otoritarianisme populis yang dinilai membungkam kritik, melemahkan mekanisme check and balances, serta membuka ruang penyalahgunaan kekuasaan negara.
“Praktik politik yang menutup ruang kritik dan mengabaikan suara rakyat merupakan ancaman nyata bagi demokrasi,” kata Jamaluddin.
Masalah lainnya mencakup lemahnya tata kelola pemerintahan yang baik, praktik politik yang tidak demokratis, serta tantangan geopolitik global yang ditandai menguatnya neo-otoritarianisme dan neo-imperialisme.
Seluruh tantangan tersebut, menurut PDIP, dijawab melalui tema Rakernas “Satyam Eva Jayate, Di Sanalah Aku Berdiri Untuk Selama-lamanya”, Pungkasnya.














