KabarMakassar.com — Wakil Wali (Wawawali) Makassar, Aliyah Mustika Ilham, menyoroti meningkatnya kecanduan media sosial pada anak-anak yang dinilai berpotensi mengganggu perkembangan generasi muda jika tidak diawasi dengan baik oleh orang tua.
Aliyah menyampaikan hal tersebut menyusul rencana kebijakan pemerintah pusat melalui Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia (Kemkomdigi) yang akan membatasi akses media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun mulai 28 Maret 2026.
Menurutnya, kebijakan tersebut menjadi langkah penting untuk melindungi anak-anak dari berbagai risiko di ruang digital yang semakin kompleks.
“Pemerintah tentu ingin memastikan anak-anak kita tumbuh di lingkungan yang sehat, termasuk di ruang digital. Karena itu peran orang tua sangat penting dalam mengawasi dan membimbing anak-anak dalam menggunakan media sosial,” ujar Aliyah Mustika Ilham, Sabtu (15/02).
Ia menjelaskan, sejumlah platform media sosial dan gim daring yang populer saat ini memiliki tingkat risiko tinggi bagi anak-anak jika digunakan tanpa pengawasan. Beberapa di antaranya seperti YouTube, TikTok, Facebook, Instagram, Threads, X (Twitter), Bigo Live, hingga gim daring Roblox.
Aliyah menilai penggunaan media sosial yang tidak terkontrol dapat memicu berbagai persoalan, mulai dari paparan konten negatif, pornografi, perundungan siber, penipuan daring, hingga kecanduan yang berdampak pada aktivitas belajar anak.
Karena itu, ia mengajak para orang tua untuk lebih aktif mendampingi anak-anak saat menggunakan teknologi digital.
“Teknologi itu penting dan tidak bisa kita hindari, tetapi harus digunakan secara bijak. Mari kita bersama-sama menjaga generasi muda agar tetap fokus pada pendidikan, kegiatan positif, dan nilai-nilai keagamaan,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa pengawasan keluarga menjadi kunci utama agar anak-anak tidak terjerumus dalam penggunaan media sosial secara berlebihan yang dapat mempengaruhi perilaku maupun kesehatan mental mereka.
Selain menyampaikan pesan terkait penggunaan teknologi yang sehat, Aliyah juga menyerahkan bantuan paket sembako kepada pengurus masjid sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan keagamaan di tengah masyarakat.
Dalam kesempatan itu, ia turut berinteraksi dengan anak-anak yang aktif mengikuti kegiatan keagamaan dengan menandatangani buku amaliah Ramadan yang mereka bawa.














