KabarMakassar.com — Suasana hangat dan penuh kekeluargaan mewarnai kegiatan buka puasa bersama jajaran PT Bank Sulselbar yang dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Jufri Rahman, di Gedung A PT Bank Sulselbar, Jalan Jenderal Sudirman, Makassar, Jumat (13/03/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Jufri Rahman yang juga menjabat sebagai Komisaris Utama PT Bank Sulselbar menyampaikan apresiasi kepada para purna bakti yang dinilainya memiliki peran penting dalam perjalanan lembaga perbankan daerah tersebut.
Menurutnya, para purna bakti merupakan generasi perintis yang telah meletakkan fondasi kuat bagi Bank Sulselbar, sementara generasi saat ini hanya melanjutkan perjuangan yang telah dirintis sebelumnya.
“Beliau-beliau ini adalah generasi perintis, sedangkan kami generasi pelanjut. Kalau boleh dikatakan secara sederhana, mereka yang berjuang, kita yang menikmati. Karena itu sangat wajar jika kita berterima kasih kepada para pendahulu,” ujar Jufri Rahman.
Ia juga berharap para purna bakti senantiasa diberikan kesehatan dan umur panjang agar pengalaman serta kebijaksanaan mereka tetap dapat menjadi rujukan bagi generasi penerus.
“Kita doakan semoga tetap dianugerahi usia panjang sehingga masih bisa menjadi tempat bertanya ketika kita menghadapi persoalan dalam pekerjaan yang mungkin belum kita temukan solusinya,” tambahnya.
Momentum Ramadan, lanjut Jufri, menjadi saat yang tepat untuk memperkuat refleksi spiritual. Ia mengingatkan bahwa bulan suci ini merupakan bulan istimewa bagi umat Islam, karena pada bulan inilah Al-Qur’an diturunkan sebagai petunjuk bagi manusia.
Ia mengutip firman Allah SWT dalam Surah Al-Baqarah ayat 185 yang menjelaskan bahwa Ramadan adalah bulan diturunkannya Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan pembeda antara yang benar dan yang salah.
Menurutnya, kesempatan bertemu Ramadan sesungguhnya merupakan anugerah yang harus disyukuri, sekaligus pengingat bahwa tidak ada jaminan seseorang akan kembali bertemu Ramadan di tahun berikutnya.
“Ketika seseorang dipertemukan dengan Ramadan, itu sebenarnya pengingat dari Allah agar kita sadar bahwa belum tentu kita akan bertemu Ramadan berikutnya,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan nasihat dari ulama Sulawesi Selatan, KH Muhammad Nur, yang menganjurkan agar setiap muslim menanamkan dalam hati bahwa Ramadan yang sedang dijalani bisa saja menjadi Ramadan terakhir, sehingga ibadah dijalankan dengan kesungguhan.
Dalam kesempatan itu, Jufri Rahman juga menekankan keutamaan sepuluh malam terakhir Ramadan yang disebutnya sebagai kesempatan emas bagi umat Nabi Muhammad SAW.
Menurutnya, keistimewaan tersebut berkaitan dengan hadirnya malam Lailatul Qadar yang nilainya lebih baik dari seribu bulan.
“Umat Nabi Muhammad SAW rata-rata berumur antara 60 sampai 70 tahun. Karena itu Allah memberi bonus melalui Lailatul Qadar. Satu malam ibadah pada malam itu nilainya lebih baik dari seribu bulan,” jelasnya.
Ia menambahkan, makna “lebih dari seribu bulan” dalam Al-Qur’an menunjukkan nilai ibadah yang tidak terbatas, sehingga umat Islam dianjurkan memaksimalkan ibadah sepanjang sepuluh malam terakhir Ramadan.
“Karena itu jangan terlalu dipersoalkan malam ganjil atau genap. Sepuluh malam terakhir itu semuanya kesempatan. Tidak ada ruginya jika kita memperbanyak ibadah di seluruh malamnya,” tuturnya.
Buka puasa bersama tersebut turut diisi dengan ceramah keagamaan oleh Ustadz Amirullah Amri. Acara kemudian dilanjutkan dengan doa bersama dan buka puasa dalam suasana kebersamaan antara jajaran manajemen, karyawan, dan para purna bakti PT Bank Sulselbar.














