KabarMakassar.com — Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Yayasan Al-Markaz Al-Islami Makassar kembali menghimpun serta menyalurkan zakat, infak, dan sedekah selama bulan Ramadan.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membantu masyarakat yang membutuhkan sekaligus memfasilitasi umat Islam dalam menunaikan kewajiban zakat.
Penghimpunan zakat dilakukan melalui panitia zakat yang dibentuk di Masjid Al-Markaz Al-Islami Makassar.
Masjid yang dikenal sebagai salah satu pusat kegiatan keagamaan di Sulawesi Selatan itu setiap tahunnya menjadi tempat masyarakat menunaikan zakat, baik zakat fitrah maupun zakat harta.
Tim Sekretaris Relawan UPZ Masjid Al-Markaz Al-Islami, Muhamad Nur, menjelaskan bahwa Panitia Zakat Masjid Masjid Al-Markaz Al-Islami Makassar mencatat total penghimpunan zakat, infak, dan sedekah hingga hari ke-17 mencapai Rp17.032.000 dari 197 orang muzaki.
Menurutnya, angka tersebut masih akan terus bertambah seiring dengan meningkatnya partisipasi masyarakat menjelang akhir Ramadan. Pengumpulan zakat sendiri masih dibuka hingga malam takbiran sebelum Hari Raya Idulfitri.
Muhammad Nur, menuturkan jumlah tersebut terdiri atas zakat fitrah uang sebesar Rp11.312.000, zakat fitrah berupa beras sebanyak 28 liter, zakat harta Rp4.000.000, serta infak dan sedekah sebesar Rp1.720.000.
Ia menjelaskan bahwa zakat fitrah yang dibayarkan dalam bentuk uang biasanya mengikuti nilai atau harga beras yang ditetapkan panitia. Sementara itu, sebagian masyarakat juga memilih menunaikan zakat fitrah secara langsung dalam bentuk beras.
“Total yang terkumpul sampai sekarang Rp17.032.000 dengan jumlah muzaki 197 orang,” ujarnya, Minggu (08/03/2026).
Muhamad Nur menambahkan bahwa pengumpulan zakat di Masjid Al-Markaz telah dibuka sejak dua hari setelah awal Ramadan. Sejak saat itu, masyarakat mulai datang untuk menunaikan zakat maupun memberikan infak dan sedekah.
Pengumpulan zakat di Masjid Al-Markaz sendiri telah dibuka sejak dua hari setelah awal Ramadan dan akan terus berlangsung hingga malam takbiran menjelang Hari Raya Idulfitri.
Panitia menyiapkan sejumlah petugas untuk melayani masyarakat yang datang menunaikan zakat. Selain itu, pencatatan juga dilakukan secara rinci guna memastikan seluruh dana yang masuk tercatat dengan baik dan transparan.
Menurut Muhamad Nur, biasanya peningkatan jumlah muzaki terjadi pada sepekan terakhir Ramadan ketika masyarakat mulai berbondong-bondong menunaikan zakat.
“Biasanya ramai pada satu minggu terakhir Ramadan,” katanya.
Ia mengatakan, kondisi tersebut hampir selalu terjadi setiap tahun. Banyak masyarakat memilih menunaikan zakat menjelang akhir Ramadan karena bertepatan dengan waktu pembayaran zakat fitrah sebelum pelaksanaan salat Idulfitri.
Dengan masih berlangsungnya proses penghimpunan zakat hingga akhir Ramadan, panitia berharap jumlah muzaki yang menyalurkan zakat melalui Masjid Al-Markaz Al-Islami Makassar akan terus bertambah.
Dana yang terkumpul nantinya akan disalurkan kepada masyarakat yang berhak menerima sesuai dengan ketentuan yang berlaku.














