KabarMakassar.com — Ratusan santri bersama warga setempat menggelar aksi pawai obor tradisional untuk memeriahkan malam takbiran, Jumat (20/3/) malam.
Lantunan takbir, tahmid, dan tahlil berkumandang memecah keheningan malam saat iring-iringan peserta pawai mulai bergerak menyusuri jalanan desa.
Cahaya kuning kemerahan dari ratusan bambu berisi minyak tanah yang menyala, menciptakan pemandangan estetis di sepanjang rute yang dilewati.
Kegiatan yang dimulai bakda Isya ini diikuti antusias oleh anak-anak santri dari berbagai TPA/TPQ, pemuda karang taruna, hingga tokoh masyarakat.
Meski zaman telah berganti dengan lampu elektrik, warga Bangkala Loe tetap memilih obor bambu sebagai simbol semangat yang menyala dan kebersamaan.
“Ini adalah tradisi turun-temurun yang ingin kami lestarikan. Pawai obor bukan sekadar jalan santai, tapi bentuk kegembiraan kami setelah sebulan penuh berpuasa, sekaligus mempererat silaturahmi antarwarga,” ujar salah satu tokoh pemuda setempat.
Anak-anak santri tampak paling bersemangat. Dengan mengenakan pakaian muslim dan busana koko, mereka berjalan rapi sambil terus mengumandangkan takbir.
Orang tua dan warga yang tidak ikut berjalan pun tampak berdiri di depan rumah masing-masing, memberikan semangat dan sesekali mengabadikan momen tersebut menggunakan ponsel mereka.
Keceriaan terpancar dari wajah-wajah peserta, terutama saat iring-iringan melewati area persawahan dan pemukiman yang membuat barisan cahaya obor terlihat mengular panjang.
Meski diikuti oleh massa yang cukup banyak, kegiatan pawai obor di Desa Bangkala Loe ini berlangsung dengan sangat tertib.
Beberapa tokoh masyarakat dan aparat desa setempat juga tampak ikut mengawal jalannya pawai guna memastikan keamanan para peserta, terutama anak-anak, serta mengatur arus lalu lintas di jalan desa agar tidak terjadi kemacetan.
Suasana religius yang kental sangat terasa di sepanjang kegiatan. Pawai berakhir dengan tertib di titik kumpul utama, di mana warga kemudian melanjutkan kegiatan takbiran di masjid-masjid terdekat.
Perayaan malam takbiran dengan pawai obor di Kecamatan Bontoramba ini menjadi bukti bahwa di tengah modernisasi, nilai-nilai religius dan budaya gotong royong masyarakat Kabupaten Jeneponto masih tertanam kuat.














