kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Penyakit TBC Masih Jadi Masalah Kesehatan Serius di Makassar

banner 468x60

KabarMakassar.com — Penyakit TBC masih menjadi masalah kesehatan serius di Makassar. Tingginya kasus TBC ini sepatutnya diwaspadai.

Dinas Kesehatan (Diskes) Makassar sebelumnya mencatat, kasus TBC di Makassar sempat menyentuh angka 6 ribu kasus pada tahun 2022 lalu. Jumlah ini diyakini lebih tinggi. Sedangkan tahun ini, pihaknya akan menggencarkan penemuan kasus hingga paling tidak bisa ditemukan sekitar 10 ribu kasus.

Pemprov Sulsel

Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinkes Makassar Mariani mengatakan, pihaknya akan menggencarkan sosialisasi terkait penanganan penyakit tuberkulosis atau TBC di Kota Makassar. Ada sekitar 153 kelurahan yang disasar sebagai tempat sosialisasi bahaya TBC.

"Tujuannya agar masyarakat ini bisa lebih paham dengan gejala lebih dini. Agar bisa segera memeriksakan diri ke pelayanan kesehatan terdekat," kata Mariani, kemarin.

Ia menyakini masih banyak masyarakat yang belum paham dengan penanganan penyakit TBC ini. Sebab, kata dia, pemahaman masyarakat terkait gejala hingga pengobatan akan sangat membantu menangani persoalan TBC.

"Agar kita ini bisa secara massif melakukan sosialisasi kemudian mendeteksi dini dan skrining TB kepada masyarakat yang bergejala," jelasnya.

Diketahui, Kementerian Kesehatan (kemenkes) RI berencana akan melakukan skrining besar-besaran untuk mengobati penyakit Tuberkulosis (TBC) pada tahun ini di Indonesia.

Indonesia sendiri diketahui menjadi negara dengan kasus TBC terbanyak setelah India dan China. Jumlah kasus sempat dilaporkan menyentuh angka sebanyak 824 ribu dan kematian 93 ribu pertahun atau setara dengan 11 kematian per jam.

Sebelumnya, Walikota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto menyebut, meski cukup tinggi, nyatanya Makassar menjadi salah satu daerah yang cukup progresif dalam menangani kasus TBC di Indonesia.

 "Jadi eliminasi penyakit TBC di kota Makassar dapat tercapai tentunya dengan pelibatan multi sektor," kata Danny Pomanto.

PDAM Makassar