KabarMakassar.com — Apabila mendengar kata mie kering maka yang terlintas di pikiran warga Makassar pada umumnya adalah Mie Titi.
Hidangan ini menjadi kuliner khas Makassar yang terdiri dari mie kering yang renyah, kuah kaldu kental yang dibuat dari berbagai macam bahan yang rasanya begitu autentik, irisan bakso dan udang serta sayuran yang melimpah. Tidak lupa jeruk nipis serta cabai sebagai pelengkap hidangan.
Menurut Good News From Indonesia dari situs resminya, Ang Kho Tjao merupakan warga Makassar berdarah Tionghoa yang menjadi perintis pertama Chinese Food berupa kuliner berbagai jenis mie sekitar tahun 1900-an.
Diketahui awalnya Ang Kho Tjao menjajakan beragam rupa olahan mie seperti mie goreng, mie Hokkian dan mie Kwantong. Dari mie Kwantong tersebut kemudian muncul mie Titi dan seiring waktu mie tersebut digemari oleh berbagai kalangan karena rasanya yang lezat dan menggugah selera.
Hendak berekspansi lebih luas lagi, Ang Kho Tjao kemudian mewariskan resep kuliner kepada anak-anaknya dan menjadikan mie kering mulai terkenal sejak tahun 1970-an kendati telah diolah sejak 1950.
Bisnis mie kering kemudian dilanjutkan oleh anak-anak Ang Kho Tjao secara mandiri setelah ia meninggal.
Mie Titi sendiri hanyalah salah satu turunan dari mie kering yang diresepkan oleh Ang Kho Tjao. Untuk jenis lain dari mie kering ada Mie Awa, Mie Hengky dan Mie Anto yang kini beralih nama menjadi Mie Amoy.
Ketiganya merupakan mie kering dengan lokasi cabang yang berbeda-beda di Makassar.
Untuk Mie Awa beralamat di Jalan Sulawesi, Mie Hengky terletak di jalan Nusantara dan Mie Anto atau Mie Amoy berada di Jalan Lombok.














