kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Didik Pemilih Pemula, Bawaslu Bantaeng Ajak Pelajar Lawan Politik Uang

Didik Pemilih Pemula, Bawaslu Bantaeng Ajak Pelajar Lawan Politik Uang
Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Humas (HP2H) Bawaslu Bantaeng, Nurwahni, saat tampil sebagai narasumber utama di SMAN 5 Bantaeng. (Ist).

KabarMakassar.com — Estafet edukasi demokrasi bagi generasi Z terus berlanjut di Kabupaten Bantaeng. Setelah sebelumnya, KPU menggelar program Go To School, kini giliran Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bantaeng yang menyambangi SMAN 5 Bantaeng untuk menggelar Sosialisasi Pendidikan Demokrasi bagi pemilih pemula.

Kegiatan ini bukan sekadar sosialisasi biasa, melainkan upaya mendalam untuk menanamkan nilai kejujuran, keberanian, dan tanggung jawab dalam berdemokrasi sejak dini kepada para calon pemilih masa depan.

Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Humas (HP2H) Bawaslu Bantaeng, Nurwahni, tampil sebagai narasumber utama dengan pesan yang menohok.

Ia menegaskan bahwa musuh terbesar demokrasi yang harus diperangi oleh pelajar adalah praktik politik uang (money politics).

Menurut Nurwahni, politik uang bukan hanya persoalan pelanggaran hukum formal, tetapi merupakan tindakan yang mencederai martabat kemanusiaan.

“Politik uang bukan sekadar pelanggaran hukum, tetapi juga bentuk penggadaian harga diri pribadi dan harga diri bangsa. Sikap diam saat melihat kejahatan demokrasi sama artinya dengan membiarkan kejahatan tersebut terus terjadi,” tegas Nurwahni pada Sabtu (31/1).

Bawaslu mengingatkan bahwa satu suara dari pemilih pemula memiliki kekuatan besar dalam menentukan arah kebijakan negara lima tahun ke depan. Karena itu, para pelajar didorong untuk menjadi pemilih yang kritis dan berdaulat.

“Satu suara sangat menentukan arah dan nasib bangsa. Pemilih harus berani bersikap kritis, cari tahu visi dan misinya sebelum menentukan pilihan,” tambahnya.

Dalam penutup pemaparannya, Nurwahni memberikan pesan reflektif yang mendalam mengenai makna kemerdekaan.

Ia menekankan bahwa bungkam terhadap kecurangan dalam Pemilu adalah bentuk kegagalan dalam menjaga warisan para pahlawan.

“Salah satu bukti kegagalan kita sebagai generasi bangsa dalam mempertahankan kemerdekaan adalah saat kita bungkam dan tidak berani bertindak terhadap ketidakadilan, terlebih ketidakadilan yang terjadi dalam proses berdemokrasi,” pungkasnya.

Melalui sosialisasi ini, Bawaslu Bantaeng berharap SMAN 5 Bantaeng dapat melahirkan agen-agen pengawas partisipatif yang berani berkata tidak pada kecurangan dan menjadi garda terdepan dalam menjaga integritas Pemilu di Butta Toa.