KabarMakassar.com — Kantor Wilayah Perum Bulog Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat mencatat stok beras mencapai 842 ribu ton hingga April 2026.
Jumlah tersebut menjadi stok tertinggi sepanjang sejarah Kanwil Bulog Sulselbar dan berkontribusi signifikan terhadap cadangan nasional.
Pemimpin Wilayah Bulog Kantor Wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawsi Barat, Fahrurozi mengungkapkan, secara nasional, stok beras Bulog saat ini juga mencatat angka tertinggi sepanjang sejarah dengan jumlah di atas 5 juta ton. Kontribusi Kanwil Bulog Sulselbar terhadap stok nasional mencapai sekitar 17 persen dari total cadangan beras nasional.
“Jadi secara nasional kemarin sudah ada rilis dari Bulog pusat bahwa stok secara nasional sudah saat ini 5 juta ton, di atas 5 juta ton, sudah capai rekor tertinggi secara nasional. Terus sekarang di Kanwil Sulselbar, stok saat ini 842 ribu ton, di mana juga stok tertinggi dalam sejarah di Kanwil Sulselbar, belum pernah stok seperti ini. Nah, andilnya Kanwil Sulselbar dalam stok nasional itu sekitar 17%,” ucap Fahrurozi, Jumat (24/04).
Selain stok yang meningkat, capaian serapan beras di wilayah Sulselbar juga menunjukkan tren positif sepanjang tahun 2026. Hingga saat ini, total serapan beras telah mencapai 445 ribu ton dengan capaian pengadaan bulanan yang terus meningkat.
Secara rinci, capaian pengadaan beras menunjukkan peningkatan dari awal tahun hingga April 2026. Pada Januari, serapan tercatat sekitar 1.000 ton, Februari mencapai 54 ribu ton, Maret menjadi yang tertinggi dengan 226 ribu ton, dan hingga 24 April tercatat sekitar 156 ribu ton.
“Per tanggal 24 April ini, khusus bulan April itu capaiannya 156 ribu ton,” katanya.
Fahrurozi menjelaskan, peningkatan stok dan serapan beras juga dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi dampak fenomena El Nino yang diperkirakan terjadi dalam waktu mendatang. Fenomena tersebut diperkirakan akan menyebabkan musim kemarau lebih panjang dan musim hujan mengalami kemunduran.
“Adanya isu El Nino Godzilla yang saat ini jadi perbincangan, memang sempat menurunkan capaian harian, capaian harian yang tadinya setiap hari itu rata-rata 8 ribu ton, kami saat ini mengalami penurunan sekitar tinggal 5.000-6.000 ton per hari. Tapi itu belum kena dampak. El Nino itu kan terasanya nanti, bukan sekarang,” jelasnya.
“El Nino Godzilla itu kan nanti diperkirakan akan ada kekeringan yang lebih panjang daripada biasanya. Jadi biasanya musim kemarau ini kita mulai katakanlah di bulan April ini. Biasanya kan ketika di bulan Agustus, September sudah mulai hujan. Nah karena adanya El Nino Godzilla nanti musim hujannya mengalami kemunduran. Mungkin di bulan November, mungkin di Oktober, atau mungkin di Desember. Jadi itu yang kemudian kita perlu waspadai,” imbuhnya.
Sebagai langkah mitigasi, Bulog Sulselbar terus memperkuat cadangan beras melalui pembelian dan penyerapan gabah dari petani. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan ketersediaan beras tetap terjaga apabila terjadi gangguan produksi akibat kekeringan.
“Kanwil Sulselbar mewaspadainya dengan cara terus melakukan pembelian, penyerapan, pengadaan untuk mengantisipasi kejadian nanti kalau misalnya El Nino Godzilla itu terjadi,” ujar Fahrurozi.
Di sisi lain, Bulog Sulselbar juga mencatat capaian signifikan dalam memenuhi target pengadaan beras tahun 2026. Dari target tahunan sebesar 697 ribu ton, hingga April capaian telah mencapai lebih dari 441 ribu ton atau sekitar 63,2 persen.
Target yang tersisa hingga akhir tahun diperkirakan sekitar 250 ribu ton dan akan difokuskan pada periode panen selanjutnya. Bulog Sulselbar optimistis target tahunan dapat tercapai mengingat capaian dalam empat bulan pertama sudah melampaui separuh target.
“Artinya masih ada sisa target yang harus kami penuhi, itu sekitar 250 riby ton di semester kedua. Jadi katakanlah sampai Juni ini kalau memang kami bisa achieve sekitar 500 ribu ton, ya, sekitar nanti 127 ribu ton itu nanti kami akan coba cari di panen selanjutnya,” katanya.
Optimisme tersebut didukung tren serapan yang terus meningkat dalam beberapa bulan terakhir. Jika capaian penyerapan tetap konsisten hingga akhir bulan, Bulog memperkirakan realisasi target dapat mencapai sekitar 85 persen sebelum memasuki semester kedua.
“Insyaallah kita bisa mencapai target karena baru 4 bulan saja kami sudah 63 persen. Baru kuartal pertama, baru 4 bulan. Masih ada 8 bulan. Artinya kalau ini konsisten terus kami jaga penyerapannya sampai akhir bulan ini, maka diperkirakan sampai akhir semester ini kami bisa mencapai 85 persen. Jadi nanti sisanya di semester kedua, insyaallah kita bisa,” pungkasnya.














