KabarMakassar.com — Komisi D DPRD Sulawesi Selatan menemukan sejumlah baskom dan ember plastik bertebaran di dalam Masjid 99 Kubah saat melakukan kunjungan pengawasan pada Kamis (5/3).
Wadah-wadah tersebut digunakan untuk menampung air yang menetes dari atap masjid.
Anggota Komisi D DPRD Sulsel, Lukman B Kady, menyoroti banyaknya baskom yang diletakkan di berbagai titik dalam area masjid akibat kebocoran tersebut.
“Kalau kau order baskom, 99 baskom tidak boleh lebih, ini untuk menampung ini (tetesan air) semua, sesuai kubah mesjid,” ujar Lukman.
Ia bahkan menyindir kondisi tersebut dengan menyebut bangunan yang menjadi ikon Sulawesi Selatan itu tidak seharusnya berada dalam situasi memprihatinkan.
“Pak Inspektorat saya bilang, kalau mau beli baskom untuk menampung ini, beli saja 99 baskom. Ini ikon Sulsel begini, malu-malu,” katanya.
Sebelumnya, Ketua Komisi D DPRD Sulsel, Kadir Halid, juga mengungkapkan bahwa kebocoran masih terjadi di sejumlah bagian bangunan, termasuk pada platform lantai dua.
“Ini sudah diperbaiki saya tidak tahu bagaimana, tapi ini masih bocor. Termasuk platform lantai dua juga masih bocor semua,” kata Kadir.
Ia menjelaskan bahwa air masih terus menetes meski hujan telah berhenti, menandakan adanya genangan air di bagian atas bangunan.
“Air masih menetes meski hujan sudah reda. Berarti banyak air di atas, karena sudah cerah tapi air masih tetap menetes,” ujarnya.
Menurut Kadir, baskom yang ditempatkan di beberapa titik hanya menjadi solusi sementara untuk menampung air dari kebocoran atap. Kondisi lantai di dalam masjid juga terlihat masih basah akibat tetesan air tersebut.
“Ini baskom-baskom semua ditaruh untuk menampung air bocor. Lantainya juga masih basah, jadi ini bocornya merata dari sini sampai ke sana,” jelasnya sambil menunjuk area lantai yang tergenang.
Ia pun mempertanyakan kondisi bangunan yang masih mengalami kebocoran meski sebelumnya telah dialokasikan anggaran perbaikan.
“Sudah ada anggaran kemarin dikasih, kenapa ini masih bocor. Kalau begini bentuknya berarti yang di atas yang bermasalah,” tutup Kadir.














