KabarMakassar.com — Hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat yang mengguyur Kota Makassar sejak 24 Februari 2026 memicu banjir dan luapan air di sejumlah wilayah.
Data terbaru yang dirilis Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar mencatat sebanyak 1.157 jiwa atau 308 kepala keluarga (KK) terpaksa mengungsi di 19 titik.
Kepala BPBD Kota Makassar, Muhammad Fadli, mengatakan jumlah tersebut merupakan pembaruan data per 26 Februari 2026 pukul 21.30 WITA.
“Total ada 308 KK atau 1.157 jiwa yang saat ini berada di 19 titik pengungsian. Tim masih terus melakukan pendataan dan pemantauan di lapangan,” ujarnya dalam keterangan, Jumat (27/02).
Wilayah paling terdampak berada di Kecamatan Manggala. Di kelurahan ini saja, tercatat 159 KK atau 621 jiwa mengungsi di sejumlah masjid, posyandu, dan pondok pesantren. Titik pengungsian tersebar di antaranya Masjid Al Muttaqin, Masjid Jabal Nur, Pesantren Al Bashira, hingga Masjid Al Mubarakah.
Sementara di Kecamatan Biringkanayya, dua kelurahan terdampak cukup signifikan yakni Katimbang dan Paccerakkang. Di Kelurahan Katimbang, sebanyak 106 KK atau 371 jiwa mengungsi di tiga lokasi, termasuk SDN Paccerakkang dan beberapa masjid setempat.
Adapun di Kelurahan Paccerakkang, terdapat 43 KK atau 165 jiwa yang mengungsi di lima titik berbeda, mulai dari kantor lurah hingga rumah kost dan masjid.
Fadli menegaskan, curah hujan tinggi yang berlangsung selama tiga hari terakhir menjadi pemicu utama meluapnya air di sejumlah kawasan permukiman warga.
“Intensitas hujan yang tinggi menyebabkan debit air meningkat dan merendam rumah warga. Kami fokus pada evakuasi, distribusi logistik, serta memastikan kebutuhan dasar pengungsi terpenuhi,” tegasnya.
BPBD Makassar juga mengimbau warga untuk tetap waspada mengingat potensi hujan masih dapat terjadi.
“Saat ini tim reaksi cepat disiagakan di titik-titik rawan guna mengantisipasi kondisi lanjutan,” tukasnya.














