kabarbursa.com
kabarbursa.com

Hari Keempat Pencarian Pesawat ATR 42-500, Tim SAR Perketat Penyisiran di Bulusaraung

Hari Keempat Pencarian Pesawat ATR 42-500, Tim SAR Perketat Penyisiran di Bulu Saraung
Kasi Ops Basarnas Makassar, Andi Sultan memberikan arahan kepada tim SAR gabungan. (Dok: Ist)

KabarMakassar.com — Operasi Pencarian dan Pertolongan (SAR) kecelakaan pesawat ATR 42-500 rute Yogyakarta–Makassar di wilayah Pegunungan Bulu Saraung, Kabupaten Maros–Pangkep, Sulawesi Selatan, memasuki hari keempat.

Kepala Basarnas Makassae, M.Arif Anwar, menyatakan bahwa hari keempat ini akan fokus utama pencarian dan penyisiran lanjutan lokasi temuan, baik barang-barang milik korban maupun bagian-bagian pesawat

“Pada hari keempat operasi, tim SAR gabungan kembali menyisir area-area yang sebelumnya telah ditemukan barang milik korban dan serpihan pesawat. Penyisiran dilakukan secara bertahap dan terukur menyesuaikan rencana operasi,” kata Arif, Selasa (20/1)

Ia menjelaskan bahwa tim SAR gabungan yang beranggotakan 1.050 personil yang dibagi ke dalam 9 tim akan memfokuskan pencarian pada sektor-sektor yang telah terpetakan berdasarkan koordinat temuan korban, barang milik korban, serta bagian badan pesawat. Lokasi kejadian berada di kawasan tebing curam dengan perkiraan kedalaman ratusan meter dari puncak.

“SRU 1 hingga SRU 5 melaksanakan penyisiran di beberapa terapan yang menjadi titik temuan awal, antara lain lokasi korban pertama, serpihan dan jendela pesawat, mesin pertama dan tangga kursi, lokasi temuan korban kedua beserta barang pribadi, hingga area sayap dan mesin kedua pesawat di sekitar air terjun,” ujarnya.

Sementara itu, SRU 6 melakukan pengecekan lanjutan terhadap lokasi ekor pesawat yang berada di kedalaman sekitar 200 meter. Untuk proses evakuasi, SRU 7 melaksanakan pemindahan korban menuju area persawahan Kampung Baru, dengan pengamanan jalur evakuasi oleh SRU 8.

Dari sektor udara, SRU 9 melaksanakan penyisiran menggunakan unsur helikopter dari Lanud Hasanuddin menuju kawasan Pegunungan Bulu Saraung Pangkep untuk menyisir seluruh sektor pencarian dan memperkuat pemetaan lokasi bagi tim darat.

“Seluruh SRU bekerja berdasarkan data koordinat dan hasil temuan di lapangan. Medan yang curam dan cuaca ekstrem masih menjadi tantangan, namun operasi tetap dilaksanakan dengan mengutamakan keselamatan personel,” kata Arif.

Sebelumnya pada hari ketiga operasi pada Senin (19/1), tim SAR gabungan menemukan sejumlah barang bawaan korban serta bagian pesawat, serta korban Perempuan yang di temukan di kedalaman 500 meter dan korban pertama berjenis kelamin pria di temukan pada hari Minggu (18/1) di kedalam 200 meter dari lokasi penemuan serpihan pesawat.

Sampai saat ini tim SAR gabungan masih menyisir untuk melakukan pencarian serta evakuasi korban dari lokasi ditemukan. Kasi OPS Basarnas Makassar, Andi Sultan menjelaskan bahwa tantangan terbesar adalah cuaca buruk

error: Content is protected !!