kabarbursa.com
kabarbursa.com
banner 728x250
News  

Ustaz Adi Hidayat Tegaskan Pentingnya Konsistensi dalam Ibadah

Jadwal Shalat Makassar dan Sekitarnya, Kamis 13 Juni 2024
Ilustrasi (Dok : KabarMakassar).
banner 468x60

KabarMakassar.com — Ustaz Adi Hidayat menyampaikan pesan yang menekankan pentingnya menjaga konsistensi dalam beribadah sesuai dengan ajaran Islam.

Beliau menyoroti pentingnya mematuhi aturan dan tata cara yang telah ditetapkan dalam Islam, tanpa melakukan modifikasi atau inovasi yang tidak sesuai dengan prinsip-prinsip agama.

Pemprov Sulsel

Ia mencontohkan ada dua metode penentuan awal bulan Ramadan, yaitu rukyat dan hisab, yang memiliki dasar hukum masing-masing dalam agama Islam.

Meskipun kedua metode tersebut sah untuk digunakan, beliau menegaskan bahwa tidak boleh ada ruang bagi kreativitas atau inovasi di luar kedua metode tersebut.

Dalam pandangannya, kreativitas yang tidak terkendali dalam ibadah dapat menyebabkan kekacauan dan pelanggaran terhadap prinsip-prinsip agama. Namun, beliau juga menegaskan bahwa inovasi diperbolehkan dalam rangka memperkuat perangkat hukum yang telah ada, asalkan tidak mengubah esensi dari ajaran Islam itu sendiri.

“Inovasi diperbolehkan, tetapi hanya untuk memperkuat perangkat-perangkat hukum yang sudah ada,” katanya.

Ustaz Adi Hidayat juga menyoroti peran penting lembaga-lembaga agama seperti Kementerian Agama, Majelis Ulama Indonesia, dan organisasi Islam dalam menjaga konsistensi dan keutuhan dalam beribadah.

Dia menekankan perlunya kolaborasi dan komunikasi antara lembaga-lembaga ini untuk mengatasi berbagai isu yang berkaitan dengan agama dengan bijak.

Dalam mengakhiri ceramahnya, Ustaz Adi Hidayat berharap agar umat Islam dapat saling mendukung, mengedukasi, dan belajar bersama untuk memperdalam pemahaman tentang agama. Dengan demikian, umat Islam dapat terhindar dari praktek-praktek bidah yang dapat mengganggu konsistensi dalam beribadah.

Perlu dicatat bahwa baru-baru ini, pernyataan kontroversial Imam Masjid Aolia, Gunung Kidul, Yogyakarta, KH Ibnu Hajar Sholeh Pranolo atau yang dikenal sebagai Mbah Benu, mengenai penentuan Hari Raya Idul Fitri 2024 dengan ‘Menelpon Allah’, telah mendapat reaksi keras dari masyarakat. Setelah viralnya pernyataannya, Mbah Benu kemudian membuat klarifikasi dan me

PDAM Makassar