kabarbursa.com
kabarbursa.com

Tiga Kekalahan Beruntun, PSM Makassar Wajib Bangkit Lawan Bali United

Tiga Kekalahan Beruntun, PSM Makassar Wajib Bangkit Lawan Bali United
PSM vs Bali United (Dok: Ist).

KabarMakassar.com — PSM Makassar berada dalam tekanan jelang menjamu Bali United pada lanjutan Liga 1 setelah menelan tiga kekalahan beruntun.

Laga tersebut dinilai menjadi ujian penting bagi kebangkitan tim Juku Eja sekaligus upaya memutus tren negatif yang tengah membayangi.

Pertandingan PSM Makassar kontra Bali United dijadwalkan berlangsung di Stadion Gelora BJ Habibie, Sabtu (10/01) malam.

Pengamat sepak bola yang juga dosen Pendidikan Kepelatihan Olahraga Universitas Muhammadiyah Makassar, Syamsul Bakri, menyebut laga tersebut sebagai momentum krusial bagi PSM.

“Ini pertandingan yang sangat menentukan. PSM tidak punya banyak ruang untuk kesalahan karena datang dengan tiga kekalahan beruntun,” kata Syamsul, Jumat (09/01).

Ia mengungkapkan, kekalahan dari Malut United, Persib Bandung, dan Borneo FC membuat kondisi psikologis tim tuan rumah tidak berada dalam situasi ideal. Situasi itu diperberat dengan catatan pertemuan PSM yang belum pernah menang atas Bali United dalam lima laga terakhir.

“Kalau bicara data, PSM memang sedang tidak di atas angin. Tiga kekalahan beruntun dan lima pertemuan terakhir lawan Bali United tanpa kemenangan tentu jadi tekanan tersendiri,” ujarnya.

Meski demikian, Syamsul menegaskan statistik tidak selalu menentukan hasil akhir pertandingan. Menurutnya, laga kandang dapat menjadi titik balik bagi PSM untuk keluar dari tekanan.

“Statistik itu catatan masa lalu. Laga di Gelora BJ Habibie ini adalah momen hidup-mati. Tidak ada waktu lagi untuk melihat ke belakang,” tegasnya.

Dari sisi permainan, Syamsul menilai Bali United memiliki keunggulan pada sektor sayap serta efektivitas dalam memanfaatkan peluang. Karena itu, ia menekankan pentingnya disiplin pertahanan PSM.

“PSM harus sangat waspada di sektor sayap. Bek sayap tidak boleh lengah, terutama menghadapi pemain cepat Bali United seperti Privat Mbarga,” kata Syamsul.

Selain itu, ia juga mengingatkan ancaman Bali United melalui situasi bola mati. Menurutnya, pelanggaran di area berbahaya bisa menjadi celah yang merugikan PSM.

“Bali United cukup efektif dari set piece. Pemain belakang PSM harus cerdas dan tidak mudah melakukan pelanggaran di sekitar kotak penalti,” ujarnya.

Syamsul menambahkan, faktor mental dan atmosfer kandang dapat menjadi pembeda dalam pertandingan ini. Ia menilai dukungan suporter dan semangat lokal harus dimaksimalkan untuk mengimbangi keunggulan tim tamu.

“Sepak bola bukan hanya soal teknik dan statistik. Mental bertanding dan atmosfer kandang bisa mengubah jalannya laga,” katanya.

Meski sejumlah pengamat memprediksi Bali United lebih diunggulkan, Syamsul tetap melihat peluang PSM untuk bangkit jika mampu bermain disiplin dan mencetak gol lebih awal.

“Kalau PSM bisa mencetak gol cepat dan menjaga konsistensi pertahanan, hasil positif sangat mungkin diraih,” pungkasnya.