KabarMakassar.com — Program subsidi penerbangan yang disiapkan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dinilai membantu masyarakat dalam memperoleh akses transportasi udara yang lebih cepat dan terjangkau selama mudik Lebaran 2026, khususnya bagi wilayah kepulauan dan daerah dengan keterbatasan akses transportasi.
Program tersebut menjadi salah satu prioritas Pemprov Sulsel untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah, termasuk rute-rute yang sebelumnya tidak terlayani secara optimal oleh maskapai komersial.
Salah seorang penumpang rute Makassar–Selayar, Hartono, mengaku merasakan langsung manfaat dari program subsidi penerbangan tersebut. Ia menilai harga tiket pesawat menjadi lebih terjangkau dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.
Tiga tahun lalu, subsidi menekan harga tiket dari Rp600.000-an menjadi sekitar Rp300.000. Kini, dari harga normal di atas Rp700.000-an, tiket dapat diperoleh sekitar Rp400.000.
“Dengan subsidi ini, masyarakat sangat terbantu,” ujar Hartono saat diwawancarai di Gate 3 Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Kamis (26/03)
Menurut dia, penggunaan transportasi udara lebih efisien dibandingkan jalur darat maupun laut yang membutuhkan waktu tempuh lebih lama.
“Kalau lewat darat atau laut, waktunya panjang dan melelahkan. Sementara lewat udara lebih cepat dan memudahkan sampai tujuan,” katanya.
Hartono berharap frekuensi penerbangan rute Makassar–Selayar dapat ditingkatkan untuk mendukung mobilitas masyarakat.
“Harapannya bisa tersedia setiap hari, dari Senin sampai Minggu, seperti di daerah lain,” ujarnya.
Ia juga membandingkan jadwal penerbangan di wilayah lain, seperti di Papua, yang memiliki layanan penerbangan rutin hampir setiap hari untuk penumpang maupun kargo.
Sementara itu, Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Munawir, menyampaikan bahwa program subsidi penerbangan merupakan salah satu prioritas Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman dalam meningkatkan akses transportasi udara masyarakat.
Menurut Andi Munawir, program tersebut bertujuan menyediakan layanan penerbangan pada rute-rute yang sebelumnya pernah beroperasi namun dihentikan, atau rute yang belum diminati maskapai secara komersial.
Ia menjelaskan bahwa pada beberapa rute, sebelumnya memang tersedia penerbangan komersial, namun harga tiket yang relatif tinggi membuat layanan tersebut kurang terjangkau oleh masyarakat.
“Melalui subsidi ini, Pemerintah Pemrov Sulsel telah menghadirkan layanan transportasi udara dengan harga yang lebih terjangkau,” kata Andi Munawir.
Untuk menjaga keberlanjutan layanan, Pemprov Sulsel telah menetapkan jadwal penerbangan subsidi secara berkala sepanjang pekan. Jadwal tersebut mencakup rute intra dan antarwilayah, antara lain Makassar–Bone, Makassar–Selayar, Bone–Balikpapan, Bone–Kendari, serta Morowali–Bone.
Jadwal penerbangan tersebut disusun untuk memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat secara merata, termasuk mendukung konektivitas lintas provinsi yang berperan dalam aktivitas ekonomi dan distribusi logistik di wilayah Sulawesi Selatan dan sekitarnya.
Berikut jadwal penerbangan subsidi Pemprov Sulsel:
Senin:
Makassar – Bone – Makassar (06.30–07.30 / 11.40–12.40)
Makassar – Selayar – Makassar (13.10–14.05 / 14.35–15.30)
Bone – Balikpapan – Bone (08.00–09.20 / 09.50–11.10)
Selasa:
Makassar – Bone – Makassar (06.30–07.30 / 14.30–15.30)
Bone – Kendari – Bone (08.00–09.45 / 12.45–14.00)
Rabu:
Makassar – Bone – Makassar (10.40–11.40 / 15.50–16.50)
Bone – Balikpapan – Bone (12.10–13.30 / 14.00–15.20)
Kamis:
Morowali – Bone – Morowali (08.20–09.45 / 12.45–14.00)
Makassar – Selayar – Makassar (13.15–14.10 / 14.45–15.40)
Jumat:
Makassar – Bone – Makassar (06.30–07.30 / 14.30–15.30)
Bone – Kendari – Bone (08.00–09.45 / 12.45–14.00)
Sabtu:
Makassar – Selayar – Makassar (10.40–11.50 / 12.50–14.00)
Minggu:
Morowali – Bone – Morowali (08.20–09.25 / 09.55–11.00)














