kabarbursa.com
kabarbursa.com

Sahar Ungkap Dampak Pemotongan TKD Rp779 Miliar di Sidrap

Sahar Ungkap Dampak Pemotongan TKD Rp779 Miliar di Sidrap
Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Syaharuddin Alrif, (Dok: Sinta KabarMakassar).

KabarMakassar.com — Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Syaharuddin Alrif alias Sahar, mengungkapkan pemotongan Transfer Keuangan Daerah (TKD) sebesar Rp779 miliar berdampak langsung terhadap sejumlah program pemerintah daerah, termasuk kegiatan di sektor kesejahteraan rakyat (Kesra).

Menurut Sahar, berkurangnya transfer anggaran dari pemerintah pusat membuat beberapa program yang sebelumnya direncanakan harus ditunda, bahkan tidak lagi dibiayai melalui APBD pada tahun ini.

“Karena kebijakan pemerintah pusat, transfer keuangan daerah kita dipotong sekitar Rp779 miliar. Dampaknya terasa ke berbagai program, termasuk kegiatan di bidang Kesra,” ujar Sahar, Minggu (15/03).

Ia menjelaskan, salah satu contoh yang terdampak adalah kegiatan keagamaan dan sosial yang sebelumnya rutin dibiayai pemerintah daerah. Pada 2025 lalu, kegiatan seperti buka puasa bersama masih menggunakan anggaran Kesra, namun pada 2026 program tersebut tidak lagi dialokasikan melalui APBD.

“Tahun lalu masih ada kegiatan buka puasa dari anggaran Kesra. Tahun ini sudah tidak ada lagi karena dampak pengurangan anggaran itu,” katanya.

Meski demikian, Pemkab Sidrap tetap menjalankan kegiatan Safari Ramadan yang digelar selama 23 hari berturut-turut. Syaharuddin menyebut kegiatan tersebut dapat terlaksana berkat dukungan para pengusaha lokal.

“Safari Ramadan tetap berjalan, tetapi tidak menggunakan APBD. Banyak pengusaha di bidang peternakan, perikanan, perkebunan, dan pertanian yang membantu menyiapkan kegiatan buka puasa,” jelasnya.

Selain mempengaruhi program sosial, pemotongan anggaran juga berdampak pada rencana pembangunan sejumlah fasilitas milik Pemkab Sidrap di Kota Makassar. Dari total sekitar 14 hingga 17 aset asrama, sebagian telah dipersiapkan untuk tahap perencanaan pembangunan, termasuk rencana pembangunan Sidrap Center.
Namun proyek tersebut untuk sementara ditunda akibat keterbatasan anggaran daerah.

“Rencana pembangunan beberapa asrama sudah disiapkan sejak akhir 2025, termasuk Sidrap Center. Tetapi karena pemotongan TKD, sementara kita hold dulu. Mudah-mudahan kalau anggaran kembali normal, kita bisa lanjutkan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Sahar menegaskan bahwa ke depan pemerintah daerah tetap berkomitmen memperbaiki dan menata seluruh aset asrama milik Pemkab Sidrap di Makassar jika kondisi anggaran memungkinkan.

“Niat saya semua asrama Sidrap di Makassar bisa diperbaiki. Kalau kondisi anggaran membaik, kita akan lanjutkan pembangunan dan perbaikannya,” tukasnya.

error: Content is protected !!