kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

RT/RW Jangan Senang Dulu, Insentif Rp100 Juta Ternyata untuk Warga

RT/RW Jangan Senang Dulu, Insentif Rp100 Juta Ternyata untuk Warga
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin (Dok: Sinta KabarMakassar).

KabarMakassar.com — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan bahwa rencana pemberian insentif Rp100 juta yang ramai dibicarakan bukanlah dana yang dibagikan begitu saja kepada RT/RW.

Insentif tersebut merupakan hadiah dari sebuah kontestasi yang dirancang untuk mendorong partisipasi warga dalam pengelolaan lingkungan, khususnya pengendalian sampah berbasis komunitas.

Munafri yang akrab disapa Appi menjelaskan, insentif Rp100 juta akan diberikan melalui mekanisme kompetisi yang mengharuskan RT/RW menjaga konsistensi kinerja sejak bulan pertama hingga bulan ke-12. Dari seluruh peserta, hanya sekitar 20 hingga 25 RT/RW terbaik yang akan dipilih sebagai pemenang.

“Ini bukan pembagian dana secara otomatis. Kita buat kompetisi supaya RT dan RW benar-benar konsisten mengelola lingkungannya sepanjang tahun,” kata Appi, Selasa (16/12).

Menurut Appi, tujuan utama dari program tersebut adalah memastikan pengelolaan lingkungan dilakukan secara berkelanjutan, bukan sekadar kegiatan seremonial. Karena itu, penilaian tidak hanya dilakukan sekali, tetapi berdasarkan konsistensi dan dampak nyata di lingkungan warga.

Untuk menjamin objektivitas, penilaian akan melibatkan Dewan Lingkungan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), serta juri tambahan. Kriteria penilaian mencakup kemampuan RT/RW dalam mengelola sampah, memberdayakan warga, serta menghargai dan melibatkan kelompok masyarakat yang memiliki visi yang sama dalam menjaga lingkungan.

“RT yang dinilai benar-benar berdaya adalah yang mampu mengelola sampahnya sendiri, membangun kesadaran warganya, dan bekerja secara kolektif,” jelas Appi.

Ia juga menekankan bahwa insentif Rp100 juta tersebut bukan untuk kepentingan individu. Dana itu diperuntukkan bagi kebutuhan bersama warga, seperti pengadaan tempat sampah yang lebih layak, sarana pendukung pengelolaan sampah, atau kebutuhan lingkungan lainnya yang manfaatnya dirasakan secara kolektif.

“Uangnya bukan untuk satu orang. Ini digunakan secara kelompok, untuk kepentingan lingkungan warga,” tegasnya.

Appi menilai, jika pola ini diterapkan secara luas dan konsisten, maka akan terbentuk partisipasi masyarakat yang kuat dalam mendukung program pemerintah, khususnya dalam penanganan persoalan sampah di Kota Makassar.

“Kalau semua RT/RW melakukan hal yang sama, ini akan menjadi gerakan bersama masyarakat dalam menjalankan program pemerintah,” ujarnya.

Terkait teknis pelaksanaan, Appi memastikan insentif Rp100 juta diberikan per RT/RW yang terpilih sebagai pemenang kontestasi. Pemerintah Kota Makassar saat ini tengah menyiapkan mekanisme dan jadwal pelaksanaan kompetisi tersebut.

“Kita berikan sebagai hadiah dari kontestasi. Kompetisinya akan dimulai nanti, dengan kick-off yang akan kami umumkan secara resmi,” pungkas Appi.

Sebelumnya, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin (Appi), secara terbuka menantang RT dan RW terpilih untuk serius melakukan pemilahan dan pengelolaan sampah dari sumbernya, dengan imbalan insentif besar bagi lingkungan yang dinilai paling konsisten dan berkelanjutan.

Tantangan tersebut disampaikan Appi, saat menutup Festival Daur Bumi dalam rangka pelaksanaan Program Makassar Bebas Sampah 2029. Kegiatan itu digelar oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar di Balai Prajurit Jenderal M. Yusuf, Jalan Jenderal Sudirman, Makassar, Minggu (14/12).

Appi menegaskan, pendekatan lama yang hanya mengandalkan penanganan sampah di hilir tidak lagi memadai untuk menjawab kompleksitas persoalan lingkungan di kota besar. Menurutnya, solusi utama harus dimulai dari hulu, yakni dari lingkungan permukiman warga melalui peran aktif RT dan RW.

“RT dan RW harus mulai menyiapkan pengelolaan sampah yang baik di lingkungannya masing-masing. Ini akan menjadi indikator utama penilaian RT dan RW terbaik, sehingga bisa mendapatkan penghargaan dan insentif yang tinggi,” tegas Appi.

error: Content is protected !!