kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Pasca Pengrusakan Rumah di Jeneponto, Keluarga Korban Ungkap Penyebabnya

Pasca Pengrusakan Rumah di Jeneponto, Keluarga Korban Ungkap Penyebabnya
(Foto : ist)
banner 468x60

KabarMakassar.com — Aksi pengrusakan rumah yang dilakukan massa di Kampung Mannuruki, Kelurahan Bontotangnga, Kecamatan Tamalatea, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan mulai terungkap.

Pasalnya, aksi pengrusakan ini dipicu lantaran terduga pelaku ketahuan melakukan aksi cabul.

Pemprov Sulsel

Diduga pelaku bernama Asriadi (35) sementara korban berinisial D (14) yang saat ini masih duduk dibangku Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Hal itu pun diungkapkan salah seorang kerabat korban yang enggan disebutkan identitasnya ini saat dikonfirmasi pada Jumat (23/2).

Menurutnya, awal mula pengrusakan ini dilakukan lantaran tak terima keluarganya di cabuli oleh terduga pelaku.

Berdasarkan keterangan korban, ia menceritakan awal peristiwa ini bermula pada 02 Januari 2024 lalu sekira pukul 00.40 Wita.

Dimana pada saat itu, korban memergoki pelaku didalam dapur saat korban ingin buang air kecil namun pelaku langsung mencekik leher korban dan menutup muka korban dengan sarung.

Kemudian korban langsung diseret dan memaksa menunjukkan barang berharganya.

“Pelaku menyeret korban untuk mencari tahu tempat uang, emas dan HP, kemudian pelaku mengancam dengan benda tajam untuk diam dan tidak berteriak,” beber kerabat korban.

Tak sampai disitu, setelah berhasil menggondol barang berharga milik korban, pelaku memaksa korban berhubungan intim tapi ditolak korban.

Namun lagi-lagi terduga pelaku mengancam korban dengan senjata tajam hingga korban pun terpaksa melayani nafsu birahi pelaku.

“Pelaku memaksa membuka celana korban dan setelah itu pelaku langsung melakukan hubungan badan (Pencabulan) sebanyak 1 kali,” terangnya.

Usai melampiaskan hasratnya, pelaku langsung kabur sementara korban langsung melaporkan kejadian ini ke tante korban hingga memberitahu ciri-ciri pelaku. Namun pasca kejadian itu, pelaku dilaporkan kabur ke Kalimantan.

Pasca sebulan kejadian itu terjadi, korban melihat keberadaan pelaku saat melayat dikediaman neneknya.

Alhasil, korban pun menyampaikan ke keluarga bahwa Asriadi merupakan pelaku pemerkosaan.

“Pas dipanggil, pelaku langsung mengelak dan mengatakan siapa yang kuperkosa,? Keluarga pun langsung menunjuk korban hingga pelaku lari naik kerumah bersembunyi,” pungkasnya.

PDAM Makassar