kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Maraknya Penipuan Lewat QRIS, Masyarakat Diminta Lebih Waspada

Maraknya Penipuan Lewat QRIS, Masyarakat Diminta Lebih Waspada
Ilustrasi QRIS (Dok: Int)

KabarMakassar.com — Masyarakat perlu waspada terhadap segala modus penipuan keuangan, dengan teknologi yang kian berkembang kini modus penipuan dapat merambah ke kode QR palsu.

Modus penipuan yang dapat menjerat para korbannya ini dilakukan ketika mereka memindai atau scan QR yang mampu menjadikan rekening ludes.

Nantinya, kode QR palsu tersebut akan meniru identitas pedagang, jumlah transaksi asli juga jenis barang sehingga para korban tidak menyadari jika bertransaksi dengan pelaku penipuan.

Bank Indonesia telah memperingatkan tentang hal ini. Ditegaskan oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia, Filianingsih Hendarta, jika QRIS dibuat dengan keamanan standar nasional serta merujuk para praktik terbaik global.

“Keamanan QRIS itu tanggung jawab bersama, BI, ASPI, dan pelaku industri PJP selalu melakukan sosialisasi serta edukasi tentang keamanan transaksi QRIS bagi para merchant,” ucapnya, dikutip Selasa (10/02).

“Peredaran QRIS palsu patut untuk ditanggulangi bersama, termasuk pedagang memiliki tanggung jawab memastikan gambar QRIS ada dalam pengawasan mereka,” tambahnya.

Ia menyampaikan jika pedagang perlu untuk memperhatikan proses transaksi pembelian dengan QRIS.

“Baik yang bertransaksi dengan scan gambar atau mesin EDC,” terangnya.

Para pedagang, ungkap Filianingsih, perlu untuk memeriksa status dari setiap pembayaran. Dan tanggung jawab ini, tidak hanya dilimpahkan oleh pedagang namun juga pembeli.

“Harus memastikan agar QRIS yang mereka scan mempunyai identitas yang sama dengan merchant,” tuturnya.

Dia menegaskan jika di BI dan ASPI selalu melaksanakan pengawasan atas PJP QRIS serta terhadap perlindungan konsumen.