kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Jelang Mudik, DPRD Sulsel Awasi Proyek Jalan Multiyears Gowa-Sinjai

Jelang Mudik, DPRD Sulsel Awasi Proyek Jalan Multiyears Gowa-Sinjai
Pengawasan Proyek Jalan Multiyears Gowa-Sinjai (Dok: Sinta KabarMakassar).

KabarMakassar.com — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) turun langsung memantau progres pembangunan proyek jalan multiyears paket 1 dan 2 di wilayah Kabupaten Gowa dan Takalar, Senin (16/03).

Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan kondisi jalan tetap dapat dilalui masyarakat menjelang arus mudik Lebaran.

Kunjungan lapangan tersebut dipimpin Ketua DPRD Sulsel Andi Rachmatika Dewi bersama Wakil Ketua DPRD Sulsel Fauzi Andi Wawo dan Supriadi Arif. Turut mendampingi Koordinator Badan Anggaran (Banggar) DPRD Sulsel Mizar Roem bersama sejumlah anggota legislatif lainnya.

Ketua DPRD Sulsel Andi Rachmatika Dewi yang akrab disapa Cicu menegaskan, peninjauan dilakukan sebagai respons atas aspirasi dan keluhan masyarakat terkait kondisi jalan yang masih dalam proses pengerjaan.

Menurutnya, DPRD perlu melihat langsung perkembangan pekerjaan di lapangan agar proyek yang dibiayai pemerintah provinsi tersebut berjalan sesuai rencana.

“Kami turun langsung karena banyak aspirasi dan keluhan masyarakat. Kami ingin memastikan seperti apa progres pengerjaan jalan ini, apalagi menjelang musim mudik. Minimal ada penanganan sementara agar masyarakat bisa melintas dengan aman,” ujarnya.

Cicu menambahkan, pengawasan DPRD penting dilakukan agar setiap kendala yang muncul di lapangan dapat segera ditangani oleh pihak pelaksana proyek maupun instansi teknis terkait.

Sementara itu, Koordinator Banggar DPRD Sulsel Mizar Roem menjelaskan bahwa pembangunan jalan multiyears tersebut memiliki tahapan teknis yang harus dilalui sehingga tidak dapat dilakukan secara instan.

Ia menerangkan, pada Paket 1 ruas batas Gowa–Sinjai, pekerjaan diawali dengan pembangunan Lapis Pondasi Agregat (LPA) sebagai dasar jalan, kemudian dilanjutkan dengan pembangunan sistem drainase sebelum tahap pengaspalan.

“Kalau langsung diaspal tanpa tahapan itu, jalan akan cepat rusak karena air bisa menggenang dan merusak struktur jalan. Jadi semua harus melalui proses teknis yang benar,” jelasnya.

Meski demikian, pihaknya memastikan titik-titik jalan yang mengalami kerusakan parah akan diprioritaskan untuk penanganan sementara agar tetap dapat dilalui masyarakat selama arus mudik.

Mizar juga mengungkapkan bahwa proyek tersebut menggunakan skema pendanaan OPDD dengan masa pengerjaan selama tiga tahun. Karena itu, pengawasan bersama dari berbagai pihak dinilai penting agar proyek berjalan sesuai target.

Ia bahkan mengajak masyarakat ikut mengawasi proses pembangunan di lapangan.

“Kalau masyarakat menemukan hal-hal teknis yang dianggap tidak sesuai, silakan didokumentasikan dan disampaikan melalui media sosial dengan menandai akun gubernur, DPRD atau Dinas PU,” katanya.

Di sisi lain, Safe Manager Paket I Misdar menyampaikan bahwa salah satu ruas yang tengah dikerjakan adalah Jalan HM Yasin Limpo sepanjang sekitar 7 kilometer dengan target penyelesaian pada Mei 2026.

Menurutnya, untuk menghadapi arus mudik, pihak kontraktor terlebih dahulu akan melakukan perbaikan sementara pada sejumlah titik yang rusak berat.

“Untuk menyambut arus mudik, sementara titik yang rusaknya parah akan kami tangani dulu. Ruas Jalan HM Yasin Limpo ini cukup kompleks karena selain pengaspalan juga ada pembangunan drainase,” jelasnya.

Proyek jalan multiyears tersebut merupakan bagian dari program pembangunan infrastruktur Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan yang ditujukan untuk memperkuat konektivitas antarwilayah, khususnya pada ruas yang menghubungkan wilayah Gowa hingga perbatasan Sinjai.

error: Content is protected !!