KabarMakassar.com — Pemerintah memastikan ketersediaan stok pangan nasional dalam kondisi aman untuk menghadapi potensi dampak fenomena El Nino yang diprediksi terjadi dalam beberapa bulan mendatang.
Kepastian tersebut disampaikan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman usai melakukan perhitungan menyeluruh terhadap cadangan pangan nasional.
Pemerintah pusat sebelumnya melakukan koordinasi dengan kementerian terkait guna memastikan ketahanan pangan tetap terjaga.
Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi potensi penurunan produksi akibat musim kemarau panjang yang dipicu El Nino.
“Kami sudah dipanggil tadi malam menghadap Bapak Presiden, kami sudah hitung baik. Sekarang stok kita cadangan di gudang, di lapangan, di gudang bulog, dan horeca (hotel restoran cafe), rumah, dan seterusnya, dan standing crop, itu cukup untuk 10 bulan ke depan,” ungkap Amran, Kamis (26/03).
Amran menjelaskan bahwa perhitungan cadangan dilakukan secara menyeluruh dengan memperhitungkan berbagai sumber stok pangan. Cadangan tersebut mencakup stok pemerintah, sektor usaha, hingga persediaan di tingkat masyarakat.
“Artinya apa, kalau cukup 10 bulan ke depan, itu sekarang ini bulan tiga selesai, berarti sembilan bulan sampai Desember cukup,” tegasnya.
Selain stok yang tersedia saat ini, pemerintah juga memperhitungkan produksi dari hasil panen dalam beberapa bulan ke depan. Proyeksi tersebut menunjukkan bahwa ketersediaan pangan masih dapat ditopang oleh hasil produksi yang akan datang.
“Itu belum dihitung yang akan dipanen. Dipanen sembilan bulan ke depan, katakanlah tujuh bulan ke depan, tujuh kali dua juta saja minimal. Di saat El Nino terjadi 2023-2024 minimal produksi itu dua juta per bulan, artinya totalnya ada 14 juta, itu bisa sampai Mei tahun depan,” sebutnya.
Pemerintah juga memperkirakan bahwa dampak kekeringan akibat El Nino tidak akan berlangsung sepanjang tahun. Proyeksi tersebut menjadi dasar optimisme pemerintah dalam menjaga stabilitas ketersediaan pangan nasional.
“Saya ulangi, stok kita hari ini cukup untuk 10 bulan ke depan, sedangkan kekeringan hanya enam bulan, jadi insyaallah aman. Kami sudah laporkan Bapak Presiden, itu belum dihitung yang ditanam pada bulan April, Mei, Juni, Juli sampai dengan Desember, jadi aman,” tegas Amran.
Selain memastikan kecukupan stok, pemerintah juga mencatat adanya peningkatan signifikan pada jumlah cadangan pangan nasional. Peningkatan tersebut dinilai menjadi indikator penting dalam menjaga stabilitas pasokan di tengah ancaman perubahan iklim.
“Stok kita tertinggi hari ini yaitu 4,2 juta ton. Bulan depan itu 5 juta ton. Tidak pernah terjadi stok seperti itu selama Republik ini merdeka,” pungkasnya.














