kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Erick Thohir : Harga Divestasi Saham PT Vale Harus Murah

banner 468x60

KabarMakassar.com — Menteri BUMN Erick Thohir menegaskan bahwa harga divestasi saham milik PT Vale Indonesia sebesar 14 persen harus murah.

"Vale kan masih negosiasi, negosiasi harga semurah-murahnya," kata Erick kepada awak media di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (21/11).

Pemprov Sulsel

Jika Vale menetapkan harga saham premium, kata Erick, pemerintah akan memberlakukan relinquish atau penyusutan lahan tambang karena perusahaan tersebut tidak memenuhi komitmennya.

"Ya nggak bisa (harga premium). Kita relinquish sebagian punya mereka, nggak sesuai dengan komitmen," tegas Erick.

Erick mengakui bahwa proses negosiasi divestasi saham Vale berjalan alot. Kendati demikian, kini telah dicapai kesepakatan awal pelepasan saham sebesar 14 persen.

"Tapi valuasi harus dengan baik karena ini pertanggungjawaban kita," kata Erick yang saat ini juga jabat Menko Marves.

Dimana diketahui Presiden Joko Widodo menunjuk Erick Thohir sebagai Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves). Hal itu dikarenakan Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan, tengah menjalani tahap pemulihan dalam proses pengobatan di Singapura.

Lebih jauh Erick mengatakan bahwa kinerja Vale menunjukkan hasil yang positif karena dapat menarik investasi dari beberapa perusahaan besar. Akan tetapi, perlu pertimbangan lebih jauh untuk menentukan harga divestasi saham termasuk mengenai komitmen investasi yang dijalankan.

"Apa yang dilakukan Vale sangat positif karena ada Volkswagen, ada juga yang namanya Ford. Tapi kan ada komitmen jangka panjang mereka yang belum deliver waktu itu kalau itu menjadi bagian men-check up mereka punya valuasi ya ga fair," ujar Erick.

Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengatakan, kesepakatan awal (head of agreement/HoA) terkait dengan divestasi saham PT Vale Indonesia sebesar 14 persen telah ditandatangani.

Penandatanganan itu dilakukan di sela-sela Forum Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) 2023 di San Fransisco, Amerika Serikat (AS).

"Iya head of agreement-nya di San Fransisco. Harusnya minggu ini selesai urusan yang di APEC, jadi dalam momen APEC ini ditandatangani," kata Arifin.

Kendati demikian, ia belum menginformasikan lebih lanjut perihal besaran saham yang dilepas oleh masing-masing pemegang saham Vale Indonesia.

Adapun, pemegang saham terbesar Vale Indonesia adalah Vale Canada dengan kepemilikan saham 43,79 persen.

Berikutnya, MIND ID dengan kepemilikan 20 persen, dan Sumitomo Metal Mining sebesar 15,03 persen. Sedangkan, kepemilikan publik pada Vale sebesar 21,18 persen.

PDAM Makassar