kabarbursa.com
kabarbursa.com
banner 728x250
News  

Presiden Bangga Bahasa Indonesia jadi Bahasa Resmi di UNESCO

banner 468x60

KabarMakassar.com — Presiden Joko Widodo menyambut baik keputusan UNESCO menjadikan bahasa Indonesia sebagai salah satu bahasa resmi untuk Konferensi Umum.

Jokowi mengunggah foto Sidang Umum ke-42 UNESCO di Paris. Rapat itulah yang menetapkan bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi untuk Konferensi Umum UNESCO.

Pemprov Sulsel

"Pengakuan ini merupakan kebanggaan bagi segenap bangsa Indonesia," kata Jokowi dalam akun X @jokowi, Selasa (21/11).

Jokowi bercerita tentang keputusan "Recognition of Bahasa Indonesia as an Official Language of The General Conference of UNESCO".

Dia berkata bahasa Indonesia menjadi bahasa ke-10 yang diakui UNESCO sebagai bahasa resmi. Bahasa Indonesia setara dengan bahasa Inggris, Arab, Mandarin, Prancis, Spanyol, Rusia, Hindi, Italia, dan Portugis.

"Dengan penetapan ini, Bahasa Indonesia dapat dipakai sebagai bahasa sidang, dan dokumen-dokumen Sidang Umum UNESCO juga dapat diterjemahkan ke Bahasa Indonesia,"kata Jokowi.

Sebelumnya, UNESCO (Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa) menetapkan bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi dalam konferensi mereka.

Delegasi Tetap RI untuk UNESCO Duta Besar Mohamad Oemar mengatakan keputusan ini diambil karena jumlah penutur bahasa Indonesia. Ada sekitar 275 juta orang penutur asli bahasa Indonesia.

Selain itu, kurikulum bahasa Indonesia juga telah masuk di 52 negara. Dengan begitu, penutur asing bahasa Indonesia ditaksir berjumlah 150 ribu orang.

"Bahasa Indonesia telah menjadi kekuatan penyatu bangsa sejak masa pra-kemerdekaan, khususnya melalui Sumpah Pemuda di tahun 1928,"tutur Oemar, seperti dikutip laman resmi Kemlu RI, Senin (20/11).

Sejarah UNESCO

Seperti dikutip dalam website resmi unesco.org, dimana UNESCO adalah Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Ia berupaya membangun perdamaian melalui kerja sama internasional di bidang Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan. Konstitusi UNESCO diadopsi di London pada tahun 1945 dan mulai berlaku pada tahun 1946.

Setelah dua Perang Dunia dalam waktu kurang dari tiga puluh tahun, UNESCO lahir dengan visi yang jelas: untuk mencapai perdamaian abadi, kesepakatan ekonomi dan politik antar negara saja tidaklah cukup.

Kita harus menyatukan masyarakat dan memperkuat solidaritas intelektual dan moral umat manusia, melalui saling pengertian dan dialog antar budaya.

Selama bertahun-tahun, UNESCO telah meluncurkan program perintis untuk mencapai hal ini. UNESCO memobilisasi para filsuf, seniman, intelektual dari setiap bangsa.

Sejak awal kami membantah teori rasis dan mengembangkan proyek inovatif yang mengubah dunia:

Konvensi Hak Cipta Universal (1952) Program Manusia dan Biosfer (1971) Konvensi Warisan Dunia (1972) Konvensi Perlindungan Warisan Budaya Takbenda (2003) UNESCO mendirikan pusat penelitian ilmiah global, mulai dari CERN (1952) hingga SESAME (2017), dan mengembangkan sistem peringatan dini tsunami global.

UNESCO mengumpulkan para ahli dan cendekiawan untuk menulis sejarah umum Afrika dan kelima benua yang pertama.

UNESCO melakukan kampanye literasi yang mempelopori pembangunan bangsa-bangsa, di Italia, Republik Korea, dan Afghanistan.

PDAM Makassar