KabarMakassar.com — Perum BULOG menargetkan realisasi ekspor beras ke Arab Saudi pada musim Haji 2025 untuk memenuhi kebutuhan konsumsi jamaah Haji dan Umrah asal Indonesia.
Rencana tersebut merupakan tindak lanjut atas penugasan langsung Presiden Republik Indonesia.
Direktur Utama Perum BULOG, Ahmad Rizal Ramdhani, mengatakan peluang ekspor beras Indonesia tahun ini terbuka setelah mendapat respons positif dari Pemerintah Arab Saudi. Menurutnya, langkah ini menjadi momentum penting bagi Indonesia memasuki pasar ekspor beras berbasis kebutuhan keagamaan.
“Alhamdulillah peluang ekspor beras untuk keperluan Haji tahun ini dibuka oleh Pemerintah Arab Saudi. Ini menjadi legacy bagi pemerintah untuk bisa mengekspor beras,” ujar Rizal, Rabu (04/02).
Ia menegaskan, BULOG tengah mematangkan berbagai aspek teknis dan operasional agar ekspor dapat berjalan tepat waktu dan sesuai standar internasional. Sejumlah hal yang disiapkan antara lain standarisasi kualitas beras, penentuan kemasan dan harga, hingga penyusunan jadwal pengiriman serta pola distribusi di Arab Saudi.
“Kami membutuhkan dukungan seluruh kementerian dan lembaga, khususnya Kementerian Haji dan Umrah serta Kementerian Perdagangan, agar program ini berjalan optimal,” tambahnya.
Dari sisi pengguna, Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah, Jainul Effendi, menekankan pentingnya penggunaan beras lokal Indonesia bagi jamaah.
“Jamaah dari Tanah Air tidak terbiasa mengonsumsi beras selain beras lokal. Jika dikonsumsi dalam waktu lama, hal ini bisa berdampak pada kesehatan mereka saat beribadah,” jelas Jainul.
Sebagai bagian dari persiapan, BULOG juga melakukan uji tanak terhadap sejumlah sampel beras yang diusulkan untuk ekspor. Uji ini menilai tekstur, aroma, rasa, serta kualitas nasi setelah dimasak guna memastikan kesesuaian dengan preferensi konsumen dan standar mutu premium.
Hasil uji tanak tersebut akan menjadi dasar penentuan jenis dan merek beras yang digunakan dalam program ekspor beras Haji dan Umrah. Program ini sekaligus menegaskan kesiapan Indonesia memanfaatkan surplus beras nasional 2025 sebagai bukti keberhasilan swasembada pangan.
Melalui ekspor beras untuk kebutuhan Haji, pemerintah berharap Indonesia tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan domestik, tetapi juga memperluas peran sebagai eksportir beras di pasar global.














