KabarMakassar.com — Pemerintah Kota Makassar tengah mempersiapkan peningkatan kesejahteraan bagi guru dan tenaga kesehatan yang bertugas di wilayah kepulauan, khususnya Kecamatan Sangkarrang. Langkah ini diambil setelah Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, melakukan kunjungan kerja dan melihat langsung kondisi lapangan yang dinilai masih jauh dari ideal.
Kepala Bappeda Makassar, A. Zulkifli Nanda, menyebutkan bahwa tambahan insentif menjadi salah satu perhatian utama dalam mendukung pelayanan pendidikan dan kesehatan di pulau-pulau. Skema pemberian insentif tersebut saat ini masih dalam tahap kajian agar sesuai dengan standar dan kebutuhan masing-masing wilayah.
“Insentif ini perlu dianalisis dulu secara menyeluruh. Ada tiga kategori yang direncanakan berdasarkan jarak—pulau terdekat, menengah, dan terluar,” jelas Zulkifli
Zulkifli menambahkan, insentif akan disesuaikan dengan tingkat kesulitan akses. Misalnya, tenaga pendidik dan kesehatan yang bertugas di Pulau Lae-Lae akan menerima tunjangan berbeda dibanding mereka yang bertugas di pulau-pulau yang lebih jauh. Skema ini direncanakan akan diakomodasi melalui APBD Perubahan 2025.
Tak hanya dari sisi finansial, Pemkot Makassar juga berencana menyediakan transportasi laut khusus berupa speedboat untuk memperlancar mobilitas para tenaga kerja antarpulau. Hal ini diharapkan dapat mengurangi hambatan akses menuju dan dari wilayah kepulauan.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan bahwa pelayanan dasar di pulau-pulau harus mendapat perhatian serius. Pihaknya juga tengah merancang pembangunan fasilitas pendidikan dan kesehatan yang lebih memadai, termasuk opsi untuk membangun sekolah berasrama (boarding school) bagi anak-anak pulau.
“Boarding school ini penting karena akses antarpulau sangat tergantung pada cuaca. Kami ingin anak-anak bisa tetap belajar tanpa terganggu kondisi alam. Begitu juga guru-gurunya, bisa tinggal di asrama agar lebih aman dan nyaman dalam menjalankan tugas,” tutur Munafri.
Munafri juga menekankan pentingnya pemberian insentif yang layak untuk mendukung semangat kerja para guru dan tenaga kesehatan. Menurutnya, perhatian terhadap kesejahteraan mereka merupakan kunci utama keberhasilan pelayanan publik di daerah terpencil.
Rencana besar ini menjadi bagian dari komitmen Pemkot Makassar untuk membangun wilayah kepulauan secara berkelanjutan, dengan pendekatan inklusif dan berkeadilan.














