kabarbursa.com
kabarbursa.com

Jokowi Sebut Kenaikan Harga Beras Disebabkan Dampak El Nino

Jokowi Sebut Kenaikan Harga Beras Disebabkan Dampak El Nino
Presiden Jokowi usai menyalurkan Cadangan Beras Pemerintah untuk Bantuan Pangan kepada KPM di Maros.
banner 468x60

KabarMakassar.com — Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjelaskan kepada masyarakat terkait kenaikan harga beras saat ini di pasaran yang disebabkan adanya perubahan iklim atau El Nino.

Hal tersebut diungkapkannnya pada saat meninjau Gudang Logistik Bulog yang terletak di Kecamatan Mandai, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel), Kamis (22/2).

Pemprov Sulsel

Diketahui, El Nino merupakan sebuah fenomena cuaca yang terjadi akibat peningkatan suhu permukaan air di Samudra Pasifik Tengah dan Timur yang menjadi lebih hangat dari biasanya. El Nino dapat mengakibatkan kekeringan yang mana berarti adanya peningkatan potensi puso atau gagal panen pada sektor pertanian khususnya padi.

Selain Indonesia, Jokowi mengklaim, hal yang sama juga tengah dialami sejumlah negara.

“Negara lain juga mengalami hal yang sama, tapi negara lain warganya tidak diberikan beras 10 kg per bulan. Jadi itu bedanya,” tuturnya, usai menyalurkan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) untuk Bantuan Pangan Tahap 1 Tahun 2024 kepada 1.000 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Maros.

Bantuan Pangan CPM yang disalurkan merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mengurangi beban masyarakat akibat adanya kenaikan harga beras. Sekaligus bentuk perhatian serius pemerintah pada masyarakat khususnya KPM.

Selain itu, Presiden Jokowi juga menyampaikan bahwa KPM akan menerima bantuan beras sebanyak 10 kilogram per bulan mulai Januari sampai Juni 2024. Namun mulai Juli 2024, kata dia, akan melihat kemampuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Nanti setelah Juni saya lihat dulu APBN-nya. Kalau cukup, tapi saya tidak janji loh,” ujar Presiden Jokowi.

Sebelumnya, Pj Sekretaris Provinsi Sulsel Andi Muhammad Arsjad membenarkan adanya kenaikan harga di beberapa komoditas pangan. Yang paling mencolok sejauh ini ialah beras.

Namun, kata Arsjad, kenaikan tersebut secara rata-rata nasional, Sulsel masih lebih rendah. Pihaknya pun akan meminta kepada Bulog untuk menambah kuota beras SPHP yang disalurkan ke pasar dan ritel modern. Agar tidak ada lagi prasangka beras SPHP sulit ditemukan.

“Saya rasa ini arahan dari Bapanas, untuk intens berkomunikasi dengan Bulog, intens mengendalikan harga melalui operasi pasar seperti sekarang ini,” kata Arsjad, kemarin.

Arsjad mengatakan, beras SPHP seyogianya rutin disalurkan ke pasar maupun ritel modern. Hanya saja, harganya relatif murah membuat beras tersebut lebih cepat habis. Bukan karena beras tersebut langka.

Sebagai informasi, beras SPHP adalah beras pemerintah atau beras yang digelontorkan Perum Bulog dalam kemasan 5 kg.

PDAM Makassar