kabarbursa.com
kabarbursa.com

2 Anggota KPPS Meninggal Dunia di Makassar

2 Anggota KPPS Meninggal Dunia di Makassar
Ilustrasi dua anggota KPPS di Makassar, Sulawesi Selatan dikabarkan meninggal dunia.
banner 468x60

KabarMakassar.com — Dua anggota kelompok penyelenggara pemungutan suara atau KPPS di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) dikabarkan meninggal dunia pada Kamis (15/2).

Adalah anggota KPPS bertugas di Makassar bernama Daliyah Salsabilah mahasiswi 23 Tahun warha BTN Minasa Upa Blok L 18 No 18 Keluhan Minasaupa, Kecamatan Rappocini.

Pemprov Sulsel

Daliyah bertugas di TPS 45 Kelurahan Minasaupa, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar.

Sementara satunya diketahui identitasnya William Tandi Paelongan usia 23 Tahun yang juga status mahasiswa. William warga kompleks Taman Makassar Indah blok A3 NO 18, Kelurahan Bangkala, Kecamatan Manggala, Makassar, Sulawesi Selatan.

Diketahui korbam bertugas di TPS 46, Kelurahan Bangkala, Kecamatan Manggala, Kota Makassar.

Ketua KPU Makassar, Hambaliie saat dikonfirmasi mengaku menerima informasi perihal adanya dua anggota KPPS yang meninggal dunia.

“Informasi hari ini ada beberapa yang meninggal, ada dua. Pertama (Dahlia) di kecamatan Rappocini, itu di TPS 45. Kebetulan dia KPPS Kelurahan Minasa Upa. Kemudian yang kedua ini Wiliam di TPS 46 Bangkala, Manggala,”ujarnya.

“Saat ini kita belum tahu sakitnya karena baru mau ke sana. Usianya juga belum tahu. Dahlia keluhannya itu asam lambung, informasi yang kami dapat dari keluarganya,” katanya.

“Beliau ini sudah bertugas jauh hari sebelum hari H, sempat membagikan undangan kepada pemilih. Satu hari sebelumnya sudah periksa ke rumah sakit. Dan hari H dia minta untuk bertugas tapi tidak diizinkan lagi karena teman-teman sudah ada pengganti sementara mengcover beliau,” sambungnya.

Kepala Dinas Kesehatan Sulsel Ishaq Iskandar membenarkan meninggalnya dua anggota KPPS tersebut.

Dimana Daliyah Salsabila diduga penyebab meninggal dunia sakit maag akut. Kronologis meninggalnya yakni almarhumah sebelumnya merupakan anggota KPPS Tps 45 di Blok L 14 namun pada hari selasa tanggal 13 Februari 2024.

Almarhumah mengundurkan diri karena sebelumnya memang sudah mempunyai riwayat sakit. Shubuh tadi dibawa ke rumah Sakit Bahagia dan sekitar pukul 14.30 wita almarhumah dinyatakan meninggal dunia.

“Jadi kami terima laporan dari pelayanan Pos Kesehatan Pemilu 2024 dan termasuk Kadis Kesehatan Makassar yang memberikan laporan tersebut,” ujar Ishaq Iskandar kepada kabarmakassar.com.

Sedangkan korban meninggal William Tandi Paelongan menderita sesak napas dan lemas dan nyeri dada.

Dimana kronologis meninggalnya almarhum merasakan sesak nafas dan lemas sejak tgl 12 pagi,  sudah tidak bisa datang pada tgl 14 di TPS ufk bertugas,. Pada 14 Februari 2024 sekitar jam 21.00 orgtua almarhum membawa ke RS Primaya dan ditangani di UGD.

Karena tidak ada kamar kemudian dirujuk ke ICU RS Akademis pukul 05.00 dan meninggal pukul 15.04 pada Kamis 15 februri 2024. Di surat keterangan kematian dari RS Akademis tidak disebutkan penyebab kematian.

Sementara itu, terungkap dalam grafis tingkat pemeriksaan kesehatan untuk penyelenggara pemilu 2024 mulai pihak petugas KPU, Bawaslu, PPK, PPS, KPPS, saksi, aparat keamanan, Linmas hingga pemilih untuk kabupaten/kota di Sulawesi Selatan.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel hingga hari ini Kamis (15/2) menyebut 2.384 orang yang mendapat perawatan atau pemeriksaan oleh Nakes.  Dengan rincian Bawaslu 98 orang, KPPS 963 orang, Linmas 144 orang, pemilih 754, 64 petugas, PPK 31, 185 PPS, dan 145 saksi lintas parpol maupun caleg.

“Dari total 2.384 yang diperiksa nakes Sulsel, 59 orang dijemput untuk IGD dan 55 orang yang dirawat inap di rumah sakit,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Sulsel Ishaq Iskandar saat dikonfirmasi KabarMakassar.com, Kamis (15/2).

“Dan 34 orang dirawat di RS dan 2.350 orang rawat inap di puskesmas. Sejauh ini laporan tidak ada yang meninggal dunia dari jumlah tersebut,”tambahnya.

PDAM Makassar