kabarbursa.com
kabarbursa.com

Tolak Harga BBM, Cipayung Plus Makassar Minta Menteri ESDM? Dicopot

banner 468x60

KabarMakassar.com — Ratusan massa aksi yang tergabung dalam Cipayung Plus Kota Makassar berunjuk rasa menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di depan Kantor Balaikota Makassar, Jumat (09/09).

Ratusan massa aksi tersebut memblokade jalan dan membakar sejumlah ban sambil menyampaikan orasinya.

Pemprov Sulsel

Salah satu massa aksi dalam orasinya meminta pemerintah membatalkan kenaikan harga BBM yang dirasa sangat mencekik masyarakat.

Menurutnya, kenaikan BBM subsidi akan berdampak pada kenaikan harga barang dan bahan pokok sehingga masyarakat akan semakin tercekik dan terpuruk serta menderita.

Pihaknya meminta pemerintah dalam hal ini Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin untuk turun apabila tidak menurunkan harga BBM seperti semula.

"Kami meminta pemerintah menurunkan harga BBM atau jika tidak kami minta Jokowi dan Ma'ruf Amin turun," katanya.

Sementara itu, Jenderal Lapangan Aksi, Reno mengatakan pihaknya juga meminta Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Komisaris Pertamina untuk dicopot karena tidak becus dalam mengambil langkah kebijakan yang justru menaikkan harga BBM subsidi.

"Kami meminta copot Menteri ESDM, BUMN, dan Komisaris Pertamina yang dalam hal ini tidak becus dalam merumuskan kebijakan kenaikan harga BBM," ujarnya.

Selain itu, ratusan massa aksi juga meminta pencopotan Kapolri, Kapolda hingga Kapolrestabes yang dianggap melakukan tindakan represif kepada aksi para aktivis mahasiswa.

Selanjutnya, mereka juga meminta sejumlah mega proyek untuk ditunda seperti pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) yang dirasa belum cukup urgent untuk dibangun.

"Kami meminta pemerintah untuk menuda mega proyek seperti IKN yang dimana hal ini tidak terlalu penting atau urgent untuk dilakukan untuk saat ini," pungkasnya.

PDAM Makassar