kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

TNI Kirim 5 Ton Ransum Dukung Operasi SAR Jatuhnya Pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung

TNI Kirim 5 Ton Ransum Dukung Operasi SAR Jatuhnya Pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung
Panglima Kodam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko di Kantor Biddokkes Polda Sulsel di Jalan Kumala (Dwiki/kabarmakassar)

KabarMakassar.com — Tentara Nasional Indonesia (TNI) mengirimkan bantuan logistik berupa 5 ton ransum untuk mendukung Operasi SAR gabungan kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang jatuh di kawasan Gunung Bulu Saraung, Kabupaten Pangkep. Bantuan tersebut dikirim sebagai penguatan logistik bagi seluruh personel yang terlibat dalam operasi pencarian dan evakuasi di medan ekstrem, Selasa (20/1).

Panglima Kodam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko menjelaskan, pengiriman ransum dilakukan setelah pihaknya menganalisis kondisi wilayah operasi yang memiliki tingkat kesulitan tinggi akibat medan terjal dan cuaca ekstrem. Hasil analisis tersebut kemudian dilaporkan kepada pimpinan TNI hingga disetujui penguatan logistik.

“Saya sudah menganalisis daerah operasi kita, bahwa kondisi medan dan cuacanya luar biasa ekstrem. Karena itu kami mohon bantuan ke pimpinan dan langsung disetujui. Hari ini sudah terkirim 5 ton ransum. Seharusnya 6 ton, tetapi kemampuan angkut pesawat hanya 5 ton,” ujar Pangdam.

Ransum yang dikirim merupakan ransum tempur militer yang dirancang untuk operasi jangka panjang di lapangan. Bantuan tersebut terdiri atas tiga jenis, yakni Eprokal yang berisi minuman dan suplemen, Naraga berupa makanan siap saji bernutrisi tinggi, serta perlengkapan pemanas untuk mengolah ransum. Seluruh logistik telah tiba di Lanud dan selanjutnya didistribusikan ke titik-titik operasi.

Pangdam menegaskan, ransum tidak hanya dibawa langsung oleh tim SAR, tetapi juga ditimbun di sejumlah titik strategis di jalur operasi. Langkah ini dilakukan sebagai antisipasi apabila tim terhambat cuaca atau harus bermalam di lokasi pencarian.

“Kami siapkan titik penimbunan logistik agar tim tidak kekurangan bahan makanan dan tetap bisa melanjutkan operasi,” katanya.

Selain ransum, TNI juga menyalurkan perlengkapan pendukung keselamatan dan komunikasi. Personel SAR dibekali jas hujan, helm, serta peralatan pencegah hipotermia. Untuk menjamin kelancaran koordinasi, disiapkan pula sarana komunikasi berbasis Starlink dan repeater mobile.

“Alat kendali ini penting supaya tim tidak bekerja dalam kondisi gelap komunikasi. Alhamdulillah, hari ini semua bisa terhubung,” ujar Pangdam.

Bantuan logistik tersebut, lanjut Pangdam, tidak diperuntukkan khusus bagi TNI, melainkan untuk seluruh unsur yang terlibat dalam Operasi SAR gabungan, termasuk Basarnas, Polri, dan relawan.

“Bantuan ini untuk semua unsur yang naik ke lokasi sesuai kemampuan membawa. Kami juga mendirikan dapur lapangan di kecamatan dan di posko aju,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Pangdam turut menyampaikan perkembangan evakuasi korban. Korban pertama dilaporkan sedang dalam proses dibawa turun, sementara korban kedua telah mendekati titik evakuasi. Seluruh tim DVItelah disiagakan untuk penanganan lanjutan.

Sebelum memberikan keterangan, Pangdam XIV/Hasanuddin juga mengunjungi Kantor Biddokkes Polda Sulsel di Jalan Kumala, Makassar.