kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Tim Investigasi TNI-Polri Diturunkan Usut Pengrusakan Polres Jeneponto

banner 468x60

KabarMakassar.com — Tim Gabungan TNI-Polri yang dipimpin Komandan Pusat Polisi Militer (Danpuspom) Mabes TNI Laksamana Muda TNI Edwin Bersama Kepala Divisi (Kadiv) Propam Mabes Polri Irjen Pol Syahardiantono melakukan proses penyelidikan pasca insiden penyerangan dan pengrusakan OTK di Mapolres Jeneponto, Sabtu (29/4).

Tim gabungan yang dibentuk Panglima TNI dan Kapolri itu pun melibatkan para petinggi Puspom TNI AD, AL, AU dan Perwira tinggi Mabes Polri Polda Sulsel serta Perwira tinggi Kodam XIV Hasanuddin Makassar.

Pemprov Sulsel

Para tim pencari fakta pun meninjau lokasi pengrusakan dan sejumlah lokasi lain yang disinyalir terkait dengan insiden penyerangan dan pengrusakan Mapolres Jeneponto pada Jumat (28/4) dinihari.

Pasalnya sebelum insiden ini terjadi, anggota TNI Polri terlibat perselisihan beberapa hari yang lalu sehingga Tim gabungan pun diturunkan.

Danpuspom TNI Laksamana Muda TNI Edwin menyampaikan bahwa kunjungannya ini sebagai wujud sinergitas TNI -Polri dalam menyelesaikan permasalahan secepat mungkin melalui pesan Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono.

"Bahwa sinergitas TNI-Polri harus ditingkatkan dan harus diberi pemahaman bagi seluruh prajurit maupun aparat Polri," ucap Laksamana TNI Edwin dalam press Conferencenya didepan awak media.

Selain itu, Panglima TNI juga menegaskan apabila ada prajurit TNI terbukti terlibat maka pihaknya akan menberikan sanksi tegas.

"Apabila didalam proses investigasi dan pendalaman yang kita laksanakan agar hal-hal yang melibatkan para prajurit khususnya maka kita akan melaksanakan suatu proses hukum sesuai dengan ketentuan," tegas Jenderal bintang dua ini.

Meski begitu, Panglima TNI menegaskan prajurit TNI tidak boleh arogan, tetap tegas namun tetap humanis. Ini merupakan panduan-panduan yang kita laksanakan dalam proses penyelesaian permasalahan kita dan tim saat ini sedang bekerja," ucap mantan Komandan Puspomalini.

Kami juga memohon kepada rekan-rekan media agar bersama-sama memahami ini bahwa berita-berita atau kesimpulan-kesimpulan mohon tidak diambil oleh awak media.

Kecuali kata dia, sumber berita ini berasal dari Propam Polri, Puspom TNI puspom AD, AL dan AU sehingga bisa dipertanggungjawabkan.

"Kalau tidak maka ini bisa menjadi bola liar untuk kita semuanya dan dimanfaatkan bagi yang tidak bertanggung jawab," harap Laksda TNI Edwin.

Hal senada juga disampaikan oleh Kadiv Propam Polri Irjen Pol Syahardiantono. Menurutnya, apa yang disampaikan Danpuspom TNI sangatlah benar.

"Saya hanya ingin menegaskan kembali bahwa soliditas dan sinergitas TNI-Polri ini merupakan perintah dari bapak presiden dan tentunya kita harus melaksanakan itu semua sehingga kita turun disini bersama Tim gabungan," ujarnya.

Mantan Wakabareskrim Polri ini juga menuturkan selama proses pendalaman dan pencarian fakta Tim gabungan sudah mengunjungi sejumlah pejabat militer dari kedua institusi di Sulawesi Selatan ini.

"Kita sudah 2 hari melaksanakan kegiatan, kita berkunjung ke Pomdam, kita bertatap langsung dengan Pangdam dan jajarannya kemudian kita ke Kapolda dan terakhir ke Polres Jeneponto." tutur lulusan Akpol 1991 ini.

"Alhamdulillah kita lihat bersama  kebersaman TNI-Polri dijajaran Polda Sulawesi Selatan itu sangat-sangat sinergi, sangat-sangat solid. Termasuk di Polres Jeneponto ini, kita lihat bersama bagaimana kebersamaan sinergitas antara Kapolres dengan Dandim," lanjut Irjen Pol Syahardiantono.

Pria kelahiran Blora, Jawa Tengah ini juga menambahkan "Suasana masyarakat di Jeneponto Alhamdulillah normal-normal saja dan berjalan dengan baik. Polres melakukan pelayanan kepada masyarakat seperti biasa dan terlihat ada kegiatan rekruitment bagi masyarakat yang ingin mendaftar polisi,"cetusnya.

Kemudian yang disampaikan Puspom TNI tadi tolong rekan-rekan media juga bahwa sekarang banyak yang beredar informasi-informasi yang tentunya perlu keakuratan.

"Jadi kami mengharapkan atas kesempatan ini kami harapkan kepada seluruh jajaran Polri khususnya juga yang pasti jajaran TNI. Jangan latah, jangan biasakan menshare informasi yang tentunya itu belum tentu ada kebenarannya dan terlebih dahulu crosschek kebenarannya kepada kami dan tolong teman-teman media untuk menjaga soliditas TNI-Polri," harap Kadiv Propam.

PDAM Makassar