kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Survei Ungkap Banyak Warga Tak Tahu Air Gratis Mulia, Ismail: Sudah Terkoneksi

Survei Ungkap Banyak Warga Tak Tahu Air Gratis Mulia, Ismail: Sudah Terkoneksi
Ketua Komisi B DPRD Makassar, Ismail (Dok: Sinta KabarMakassar).

KabarMakassar.com — Program sambungan air bersih gratis Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin dan Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham (Mulia) ternyata belum sepenuhnya dikenal warga.

Hasil survei yang dilakukan Parameter Publik Indonesia (PPI) menunjukkan hanya 34,8 persen responden yang mengetahui adanya program pemasangan sambungan PDAM gratis.

Sebaliknya, sebanyak 36 persen responden mengaku tidak tahu sama sekali, sementara 28 persen lainnya menyatakan kurang mengetahui program tersebut.

Menanggapi hasil survei itu, Ketua Komisi B DPRD Makassar, Ismail, menegaskan bahwa program sambungan air gratis telah berjalan dan direalisasikan di lapangan. Ia menilai temuan survei tersebut menjadi catatan penting untuk memperkuat sosialisasi.

“Alhamdulillah, satu tahun kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota, program-program sudah berjalan dengan baik. Mungkin ada survei yang menyebut sebagian masyarakat belum tahu, sehingga menjadi tugas PDAM untuk lebih masif melakukan sosialisasi,” ujar Ismail, Selasa (24/02).

Menurutnya, Komisi B yang menjadi mitra kerja PDAM telah aktif mendorong penyebarluasan informasi program tersebut, khususnya saat pelaksanaan reses di daerah pemilihan.

“Dari delapan titik reses saya, semuanya dihadiri PDAM. Mereka menjelaskan langsung kriteria dan aturan program penyambungan air gratis. Syarat utamanya memang untuk masyarakat berpenghasilan rendah,” jelasnya.

Ismail mengakui, persoalan air bersih masih menjadi keluhan utama warga, terutama di wilayah Utara Kota Makassar seperti Rappokalling bagian utara, Tallo, Buloa, Pannampu, hingga Ujung Tanah. Ia menyebut, selain air bersih, persoalan drainase juga kerap menjadi aspirasi masyarakat pinggiran.

“Saya memang lebih banyak reses di wilayah pinggiran karena di situlah kebutuhan air bersih masih sangat dirasakan,” katanya.

Ia juga mengapresiasi langkah PDAM yang telah melakukan koneksi dua jalur pipa besar untuk memperkuat suplai ke wilayah utara. Selama ini, distribusi air di kawasan tersebut sangat bergantung pada sumber Lekopancing yang kerap mengering saat musim kemarau. Penambahan pasokan dari sumber lain seperti Bendungan Bili-Bili diharapkan mampu menjaga stabilitas layanan.

Ke depan, Komisi B DPRD Makassar berencana memanggil jajaran direksi PDAM sebelum atau sesudah Lebaran guna mengevaluasi sekaligus memperkuat sosialisasi program ke akar rumput.

“Kita akan lihat efektivitasnya saat musim kemarau nanti. Yang jelas, Komisi B berkomitmen terus mengawal agar akses air bersih bagi warga, khususnya di wilayah Utara, bisa terpenuhi dengan baik,” tukasnya.