KabarMakassar.com — BPBD Kota Makassar memperkuat langkah mitigasi bencana banjir dengan memasang Early Warning System (EWS) di sepanjang Sungai Biring Je’ne.
Diketahui saat ini, Kelurahan Katimbang, Perumahan Kodam III, Kecamatan Biringkanaya, telah terrendam banjir akibat luapan sungai Biring Je’ne.
Sistem peringatan dini ini dipasang untuk mengantisipasi potensi banjir akibat peningkatan debit air, khususnya di wilayah yang selama ini dikenal rawan banjir saat musim hujan.
Kepala BPBD Kota Makassar, Fadli Tahar, mengatakan pemasangan EWS merupakan bagian dari strategi pengurangan risiko bencana yang dilakukan secara berkelanjutan.
“EWS ini menjadi alat penting untuk membaca kondisi sungai lebih cepat, sehingga petugas dan masyarakat memiliki waktu yang cukup untuk bersiap,” ujar Fadli, Sabtu (10/01).
Ia menjelaskan, EWS berfungsi memantau ketinggian dan debit air sungai secara real time. Data tersebut menjadi dasar bagi BPBD dalam mengambil keputusan secara cepat dan tepat, mulai dari peningkatan status kewaspadaan hingga penyiapan langkah evakuasi apabila terjadi kondisi darurat.
“Dengan sistem ini, kami bisa merespons lebih dini sebelum banjir meluas ke kawasan permukiman,” jelasnya.
Selain memasang EWS, BPBD Kota Makassar juga menyiagakan Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk melakukan pemantauan lapangan secara intensif. Tim ini bertugas melakukan asesmen dampak, memonitor perkembangan debit air, serta membantu masyarakat apabila terjadi kenaikan debit sungai secara signifikan.
“Kami menyiagakan personel TRC selama 24 jam, khususnya di titik-titik rawan. Begitu ada indikasi kenaikan debit air yang berpotensi membahayakan, tim langsung bergerak,” tegas Fadli.
BPBD Kota Makassar juga mengimbau warga yang bermukim di sekitar bantaran Sungai Biring Je’ne agar tetap meningkatkan kewaspadaan, mengikuti informasi resmi dari pemerintah, serta segera melaporkan apabila terjadi kondisi darurat di lingkungan masing-masing.
“Tentu kita berharap mampu menekan risiko banjir dan memberikan perlindungan lebih dini bagi masyarakat yang tinggal di kawasan rawan terdampak luapan sungai,” Pungkasnya.














