kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Siswa SMPN 1 Sinjai Sukses Buat Mobil Robotik

banner 468x60

KABARBUGIS.ID – Enam Pelajar Kelas VII UPTD SMPN 1 Sinjai berhasil membuat Mobil Robotik.

Keenam pelajar yang tergabung dalam ekskul Spetrum Robotik itu yakni Fahriansyah, Syahrul Ramadhan, Muh Putra Perdana, Freddo Edric Susanto, Nailah Syakhirah Zahrani dan Ghaisani Khalilah Syamri.

Pemprov Sulsel

Keberhasilan seluruh siswa itu tidak luput dari jelihnya pihak sekolah melihat potensi sumber daya manusia baik dari guru maupun peserta didik. Hal itu terbukti dengan dikembangkannya sebanyak 19 Ekskul sesuai dengan minat bakat siswa, baik dari segi keagamaan, seni dan pengetahuan, salah satunya Ekskul Spetrum Robotik.

"Kami di sekolah ini mengembangkan 19 Ekskul, baik kegiatan keagamaan, seni dan pengetahuan. Salah satunya, ada yang namanya Ekskul Spetrum Robotik, sebelumnya kami menyediakan link pemetaan pemilihan bakat minat siswa," ucap Kepala Sekolah SMPN 1 Sinjai, Syamsul Rijal saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (12/1).

Salah seorang pembuat mobil robotik, Fahriansyah mengatakan seluruh peralatan ditanggung pihak sekolah dengan jumlah biaya sekitar Rp 9 juta, hal itu dibenarkan kepala sekolah.

"pihak sekolah memfasilitasi, untuk biaya peralatan sekitar 9 jutaan dan elemen atau bahannya mudah didapatkan," terangnya.

Lebih lanjut, Fahri membeberkan sebelumnya mereka berencana membuat robot namun karena tidak sesuai harapan sehingga dirinya bersama timnya memutuskan membuat robot berbentuk mobil dengan waktu pembuatan sekitar tiga jam.

"Awalnya kami membuat robot, tapi bentuknya tidak sesuai, akhirnya kami memutuskan untuk membuat robot bentuk mobil dengan percobaan beberapa kali, untuk bahannya sendiri terkhusus di bagian atas itu ada Mikrokontroler dan baterai, untuk bagian belakang ada sensor jari dan dibawahnya ada dinamo," lanjutnya saat ditemui di Studio Masseddi.

Sementara, Pembina Ekskul Spetrum Robotik, Laode Muhammad Hasif Reza menambahkan untuk peralatan sensor dipakai tiga jenis dengan fungsi berbeda-beda salah satunya sensor infrared.

"Sensor infrared untuk mendeteksi adanya benda di belakang, kemudian akan memutar roda, semakin dekat jarak benda dengan sensor maka semakin cepat perputaran rodanya," jelasnya.

Dia juga menilai kelebihan alat yang digunakan karena dirancang untuk edukasi sehingga lebih mudah akan tetapi pola pikir penggunanya tetap mengasah otak terkait algoritma.

"Saya dulu punya pengalaman lomba robotik di Bandung, tapi robotiknya bukan begini dia, robotik yang disolder agak besar, kelebihannya ini dia lebih mudah karena dirancang untuk edukasi (alatnya) untuk umur 10 tahun ke atas dirancang sangat mudah tapi pola pikirnya yang gunakan tetap mengasah otaknya tentang algoritma," tutupnya.

PDAM Makassar