kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Sidrap Catat Produksi Padi 129.464 Ton, Nilai Produksi Tembus Rp4,5 Triliun

Sidrap Catat Produksi Padi 129.464 Ton, Nilai Produksi Tembus Rp4,5 Triliun
Suasana Panen Raya Pemkab Sidrap (Dok: Ist).

KabarMakassar.com — Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan, mencatat lonjakan signifikan produksi padi sepanjang tahun 2025.

Produksi Gabah Kering Panen (GKP) meningkat 129.464 ton dibandingkan tahun sebelumnya, seiring kenaikan harga gabah yang turut mendongkrak nilai ekonomi sektor pertanian daerah tersebut.

Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif mengatakan, capaian produksi padi GKP tahun 2025 mencapai 663.819 ton, naik dari produksi tahun 2024 yang berada di angka 534.355 ton.

“Produksi padi GKP di Sidrap tahun lalu naik sebesar 129.464 ton dibandingkan tahun 2024,” ujar Syaharuddin dalam keterangan, Senin (02/02).

Selain peningkatan volume, nilai produksi padi juga melonjak tajam. Pada 2024, produksi GKP sebesar 434.355 ton dengan harga Rp4.800 per kilogram menghasilkan nilai sekitar Rp2,56 triliun. Sementara pada 2025, dengan harga gabah naik menjadi Rp6.800 per kilogram, nilai produksi mencapai lebih dari Rp4,51 triliun.

“Ada kenaikan nilai produksi sekitar Rp1,94 triliun pada tahun 2025,” jelas Syaharuddin.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) angka sementara 2025 juga mencatat peningkatan produksi padi dalam bentuk Gabah Kering Giling (GKG). Produksi GKG tercatat 556.362 ton, naik 108.506 ton atau 24,23 persen dibandingkan tahun 2024 yang sebesar 447.865 ton.

Syaharuddin menegaskan, perhitungan tersebut merupakan akumulasi produksi padi sepanjang tahun 2025, bukan hanya satu musim tanam. Menurutnya, lonjakan produksi ini menjadi bukti bahwa program swasembada pangan yang dicanangkan pemerintah pusat mulai terwujud di Sidrap.

“Bukan hanya padi, sektor pertanian dan perkebunan lainnya juga terus kami kembangkan untuk memperkuat ketahanan pangan daerah,” ujarnya.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Sidrap melaksanakan panen perdana Musim Tanam Pertama (MT I) di Desa Sereang, Kecamatan Maritengngae. Panen tersebut merupakan hasil musim tanam periode Oktober–Desember 2025 dan dinilai sebagai wujud komitmen pemerintah daerah, petani, serta penyuluh dalam menjaga produktivitas pertanian.

Syaharuddin menargetkan peningkatan produksi pada tahun 2026 dengan sasaran panen antara 800.000 ton hingga 1 juta ton gabah. Panen Raya MT I di Kecamatan Maritengngae juga menjadi titik awal percepatan penerapan Indeks Pertanaman 300 (IP300) guna mendorong peningkatan produksi padi secara berkelanjutan.