kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Polisi Ungkap Pelaku Nekad Habisi Nyawa Pria di Jeneponto Lantaran Tersinggung

Ilustrasi
banner 468x60

KabarMakassar.com — Kasus pengeroyokan hingga berujung tewasnya Agus Kurniawan pada malam pergantian Tahun di Kampung Birangloe, Tonrokassi Barat, Kecamatan Tamalatea, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan mulai terungkap.

Kasat Reskrim Polres Jeneponto, AKP Supriadi Anwar menjelaskan peristiwa ini terjadi sekira Pukul 00.30 Wita pada Senin 1 Januari 2024.

Pemprov Sulsel

Diceritakannya, Kejadian ini bermula ketika Faiz dan Rahmat berboncengan sambil membawa speaker aktif yang sedang berbunyi dari arah Birang Loe menuju Kassi.

Tak lama Kemudian mereka kembali berbalik arah ke Birang Loe lalu diikuti Salam dengan sepeda motor. Sejenak Salam pun singgah ke Randi dan bertanya siapa yang pengendara yang Dia buru, lantas Randi pun menjawab tidak tahu.

Selanjutnya Salam kembali memburu Faiz dan Rahmat lalu kemudian disusul oleh Nasril Ahmadi dan Randi dari belakang bersama Agus.

Setelah mendapati Faiz di lokasi, Nasril Ahmadi langsung menghajar Faiz dengan bagong mentah pada pipi sebelah kiri kemudian Salam juga ikut memukul Faiz.

Tak lama kemudian, Salam berbalik arah dan diduga langsung menikam leher Agus dengan benda tajam di bagian leher kiri dan langsung kabur.

Andi Irwilliam yang melihat kejadian itu pun langsung memburu pelaku.

Sementara Agus yang mengalami luka tusuk di bagian leher dilarikan ke Puskesmas Tamalatea tetapi dengan kondisi yang cukup parah korban pun langsung dilarikan ke RSUD Lanto Daeng Pasewang namun korban dinyatakan sudah meninggal dunia.

Atas kejadian ini, Kami berhasil mengamankan 3 terduga pelaku bersama barang buktinya.

“Kami berhasil mengamankan Salam (28), Nasrul (31) dan Nasril Ahmadi (20) dengan barang bukti 2 unit sepeda motor merk Yamaha Mio Sporty Honda Scoopy,” jelasnya.

Guna proses lebih lanjut, kini 3 terduga Pelaku dibawa ke Polres Jeneponto untuk di interogasi.

Kepada polisi, ketiga pelaku mengaku nekad menghabisi nyawa Agus lantaran tersinggung.

PDAM Makassar