kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Polda Sulsel Diminta Usut Tuntas Kematian Kader GMKI Palopo

banner 468x60

KABARBUGIS.ID – Keluarga besar, Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) berduka atas meninggalnya Awal Bangai, mantan Ketua GMKI Palopo. Kader GMKI Awal Bangai dilaporkan tewas terbunuh di Jl Dipenogoro, Batupasi, Kecamatan Wara Utara, Palopo, pada Kamis (6/4/2023) malam.

Menanggapi kematian kader GMKI itu, Ketua GMKI Pinrang, Reynaldy Samuel meminta Kapolda Sulsel dan Polres Palopo mengusut tuntas kasus tersebut.

Pemprov Sulsel

"Kami dari GMKI Cabang Pinrang turut berduka cita atas meninggalnya Senior Awal Bangai akibat aksi penikaman. Tindakan kekerasan dan pembunuhan tidak bisa diterima dalam masyarakat yang beradab," kata Reynaldy Samuel melalui keterangan persnya yang diterima KabarBugis.id, Sabtu (8/4).

Reynaldy Samuel menyatakan bahwa tindakan tersebut sangat tidak manusiawi dan melanggar hak asasi manusia. Ia mengecam dengan tegas kematian kader GMKI Awal Bangai tersebut.

Menurutnya, duka keluarga duka semua kader GMKI se-Nusantara. Karena itu ia kembali menekankan Kepolisian agar segera mengusut kasus tersebut.

"Kami berharap pihak berwajib mengusut tuntas dan memberikan hukuman setimpal dan pantas terhadap pelaku," harapnya.

Selain itu, ia juga meminta Kapolda Sulsel perlunya untuk memonitoring kinerja Kapolres Palopo terkait situasi keamanan Kota Palopo yang sangat tidak aman bagi warga berjuluk "Kota idaman" itu.

"Kita harus bersama-sama memerangi segala bentuk kekerasan dan tindakan kriminalitas demi terciptanya keamanan dan ketertiban yang lebih baik di masyarakat," tutup Reynaldy.

Diketahui, eks Ketua GMKI Palopo, Awal Bangai jadi korban penikaman. Dimana kejadian tersebut terjadi di Jl Diponegoro, Batupasi, Kecamatan Wara Utara, Palopo, Kamis (6/4) malam.

Korban menderita luka bekas tikam di perut meninggal dunia. Kabar kematian Awal Bangai beredar luas di media sosial Jumat (7/4) dini hari.

Kasi Humas Polres Palopo AKP Supriadi saat dikonfirmasi membenarkan kejadian itu.

"Korban dinyatakan meninggal dunia akibat tiga luka tusukan berdasarkan keterangan dari dokter Rumah Sakit Palemmai Tandi Palopo pada Jumat pukul 00.16 Wita," kata Supriadi kepada kabarmakassar.com jaringan KabarBugis.id.

PDAM Makassar