kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Menelisik Alat Musik Tradisional Bugis Kacapng

banner 468x60

KabarMakassar.com — Kecapi atau Kacaping merupakan salah satu alat musik suku Bugis Sulawesi Selatan. 

Kacaping adalah alat musik petik tradisional yang berbentuk seperti perahu dengan umumnya dibuat menggunakan kayu yang dapat bertahan lama, seperti kayu cendana atau kayu nangka. Sedangkan untuk senar dibuat dari kawat.

Pemprov Sulsel

Konon bentuk tersebut dikarenakan orang yang menciptakanannya adalah seorang pelaut. 

Dikutip dari kompasiana, berdasarkan sejarah sang pelaut membuat alat musik tradisional ini saat melaut. Dimana saat melaut tiba-tiba badai datang menghantam perahu, tali perahu yang terikat di layar berbunyi diterpa angin kencang. Bunyi yang ditimbulkan tali layar mengeluarkan sudara yang indah. 

Setelah badai berlalu, sang pelaut kemudian mengambil sebagian tali layar lalu diikatkan pada dayung perahu. Ia kemudian memetik alat tersebut dengan iringan lagu.

Setelah kembali ke darat, dibuatlah sebuah alat bunyi yang berbentuk perahu dua tali yang dipetik dan dibuatkan syair-syair berpantun.

Inilah yang menjadi keunikan Keunikan dari alat musik kacaping, yaitu pada isi lagu dan instrumennya.

Dahulu, kacaping menjadi alat musik yang sangat dekat dengan rakyat. Dulunya petani menggunakan alat musik kacaping untuk menghibur diri saat menunggu di sawah juga digunakan oleh para pelaut yang sedang berlayar. 

Seiring perkembangan zaman, saat ini alat musik kacaping akan dijumpai saat acara-acara tertentu, seperti acara pernikahan, hajatan, mengiringi tarian, ataupun acara tradisional lainnya. Kacaping tidak dimainkan sendiri melainkan dimaikan bersama dengan alat musik tradisional lainnya seperti gendang, suling, lea-lea, gong, biola, mandoliang, katto-katto dan lain sebagainya.

Seorang yang memainkan alat musik ini disebut pakacaping. 

PDAM Makassar