kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Kecam Pembakaran Al Quran, Aliansi Umat Islam Jeneponto Desak Pemerintah Pulangkan Dubes Swedia, Denmark dan Belanda

banner 468x60

KabarSelatan.idGelombang demonstrasi mengecam aksi perobekan dan Pembakaran ayat suci Al Quran yang terjadi di Swedia dan Belanda terus terjadi diseluruh negara Muslim. Tak terkecuali seluruh umat muslim di Indonesia.

Kali ini, kemarahan itu diperlihatkan oleh Aliansi Umat Islam Kabupaten Jeneponto dengan melakukan aksi demonstrasi di Pelataran Mesjid Agung Belokallong, Kecamatan Binamu, Sulawesi Selatan. Jumat (3/2).

Pemprov Sulsel

Pendemo menyampaikan pernyataan sikap, mengutuk keras Pembakaran Al Quran yang dilakukan politisi partai sayap kanan Stram Kurs, Rasmus Paludan pada 21 Januri 2023 lalu.

Menyusul aksi serupa yang dilakukan oleh Edwin Wagensveld,  politisi gerakan sayap kanan Pegida merobek dan menginjak hingga membakar setiap lembaran ayat suci Al Quran didekat parlemen Belanda.

Setelah itu, pengunjuk rasa melanjutkan Aksi long march dengan melantunkan Takbir Allah Akbar sejauh 2 Kilometer  dan berakhir di Lapangan Passamaturukang.

Ustadz Saifullah selaku Koordinator Aksi mengatakan bahwa perbuatan tersebut tidak dapat dibenarkan dengan alasan apapun.

"Pembakaran Al Quran sebagai bentuk Islamphobia akut dan kejadian tersebut bukan pertama kali terjadi tapi telah terjadi berulang-ulang kembali," ucap Saifullah dalam oransinya.

Tak hanya itu, Aksi bela Al Quran ini juga meminta Pemerintah Swedia mengambil langkah tegas atas tindakan rasisme tersebut.

Namun sejauh ini, Pemerintah Swedia tak berani mengambil langkah tegas atas perilaku warganya yang sudah jelas menyerang keyakinan Agama Islam. "Tindakan ini jelas menyakiti umat muslim di seluruh dunia," tukas Saifullah.

Sementara itu, Ustadz Said Arman dalam orasinya menjelaskan bahwa Allah SWT telah mengingatkan kaum muslimin bagaimana watak dan sikap orang-orang kafir tehadap Islam dan kaum Muslimin.(yahudi dan Nasrani QS. Al Baqarah ayat 120)

Faktanya, hari ini begitu banyak penistaan dan pelecehan terhadap Islam dan Kaum Muslimin yang terjadi. Khususnya, tokoh-tokoh Barat.

"Presiden Perancis, Macron dan terakhir oleh Rasmus Paludan tokoh politik di barat adalah bentuk Sikap Islamophobia atau kebencian Barat terhadap Islam dan Kaum Muslimin," ucapnya.

Maka itu, kita sebagai umat dari Nabi Muhammad S.A.W hadir dalam aksi bela Al Quran sebagai bukti kecintaan kita terhadap Al Quran yang merupakan pedoman hidup kaum muslim.

"Kita hadir untuk memperlihatkan kemarahan kita kepada kaum Kafir Barat bahwa kita tidak terima sikap penistaan dan pelecehan yang mereka lakukan terhadap Al Quran kita yang suci," tegas Said Arman.

Hari ini, begitu mudahnya dan leluasanya orang-orang kafir melecehkan dan menistakan Islam dan kaum muslimin disebabkan latar belakang  pandangan hidup mereka.

"Kapitalisme yang terlahir dari aqidah Sekuler, pandangan yang menganut pemahaman bahwa agama harus di pisahkan dan di jauhkan dari keterikatan terhadap aturan agama," lanjutnya.

Ia menambahkan atas kebebasan berekspresi mereka leluasa menunjukkan kebenciannya dengan menistakan atas nama HAM.

"Untuk itu, hari ini kita hadir di acara ini untuk melakukan pembelaan terhadap Al Quran atas penistaan yang mereka lakukan," tukas Ustadz Said Arman.

Hal senada juga disampaikan Ustadz Abdul Rahman Akmal. Ia menegaskan tindakan tersebut sangat menghina Agama Islam terutama umat muslim di seluruh dunia.

"Kami mengutuk dan mengecam keras tindakan dan perbuatan keji Rasmus Paludan dan Edwin Wagensveld," tegasnya.

Selain itu, kami juga mengutuk dan mengecam Swedia dan Belanda atas kebebasan berekspresi.

"Kedua negara ini melindungi dan menfasilitasi tindakan perobekan dan pembakaran Al Quran," sebut Ustazd Akmal.

Sehingga kami mendesak Pemerintah Indonesia yang mengklaim sebagai negara muslim terbesar di dunia selama ini untuk bertindak secara nyata.

"Bukan hanya memanggil dan menyampaikan kecaman keras terhadap duta besar Swedia. Bila perlu memulangkan Dubes Swedia, Belanda, dan Denmark ke negaranya," pintanya

Apabila hal ini tak diindahkan pemerintah maka, Aliansi Umat Islam Jeneponto mengancam akan melakukan aksi Jilid II Bela Al Quran dengan jumlah massa yang jauh lebih besar.

PDAM Makassar