kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Kala Way, UMKM yang Daur Ulang Kain Sisa

banner 468x60

KabarMakassar.com — Dunia fashion tidak terlepas dari kehidupan sehari-hari manusia.

Kemajuan perkembangan zaman membuat manusia semakin banyak menggunakan berbagai model pakaian dengan berbagai pilihan yang berdampak pada jumlah pakaian yang setiap tahunnya meningkat.

Pemprov Sulsel

Semakin banyak pilihan pakaian yang ditawarkan saat ini membuat semakin tinggi peluang pakaian lama berujung tersimpan di lemari dan tidak dipakai lagi.

Berangkat dari hal ini, Adnan Yusuf mendirikan UMKM yang mendaur ulang pakaian lama dan kain sisa menjadi pakaian baru yang lebih modern yang diberi nama 'Kala Way'.

Adnan menjelaskan Kala Way didirikan kurang lebih setahun lalu bersama tiga temannya dengan mengembangkan daur ulang kain sisa atau pakaian lama dengan metode ecoprint dari bahan alami seperti daun dan bungan asli.

"Jadi kita masih di season ecoprint yaitu produk dimana daun asli dicetak diatas kain dengan pewarna bahan alami dan daur ulang pakaian lama atau dari kain perca atau kain sisa", ungkapnya, Jumat (30/06).

Produk ecoprint yang diproduksi mulai dari pakaian seperti celana, baju, totebag hingga sarung.

"Kita pakaian sisa dan kita buat produk baru kayak totebag dan outer," sambungnya.

Adnan menyebut UMKM Kala Way bergerak untuk mewujudkan Sustainable Fashion atau produk ramah lingkungan dengan mengurangi sampah pakaian.

Kala Way pun telah bergabung menjadi UMKM binaan BRI dengan mengikuti berbagai rangkaian pameran dan workshop untuk menyebarkan lebih luas tentang produk ramah lingkungan.

Adapun omset yang didapatkan setiap bulannya sekitar Rp4-5 juta dengan melakukan pemasaran via media sosial dan e-commerce.

Selama ini, Kala Way mengumpulkan pakaian bekas dan kain sisa dari penjahit dan perusahaan konveksi untuk dibuat pakaian.

Meski begitu, Adnan mengaku masih terkendala dari segi modal mengingat UMKM Kala Way kini menjadi lebih besar sehingga ia berniat untuk mengambil bantuan modal dana KUR dari Bank BRI.

"Kalau untuk KUR sebenarnya mau sekali sekarang kita ambil karena butuh tambahan dana ini Kala untuk kami kembangkan lebih besar," pungkasnya.

Ia pun berharap semakin banyak orang yang mengenal Kala Way untuk mengurangi konsumsi pakaian dengan menggunakan pakaian daur ulang.

PDAM Makassar