kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Dinkes Sulsel : Satu Petugas KPPS di Luwu Meninggal

Dinkes Sulsel : Satu Petugas KPPS di Luwu Meninggal
Kepala Dinas Kesehatan Sulsel Ishaq Iskandar. Dok KabarMakassar.com
banner 468x60

KabarMakassar.com — Petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan (Sulsel) diketahui bernama Azis dilaporkan meninggal dunia.

Dimana almarhum diduga karena kelelahan. Dia sempat mendapat perawatan medis di Puskesmas Ponrang Selatan, Kabupaten Luwu.

Pemprov Sulsel

Berdasarkan informasi Aziz bertugas dari Panitia Pemungutan Suara (PPS) sebagai KPPS TPS 01 Desa Jenne Maeja, Luwu.

Kepala Dinas Kesehatan Sulsel Ishaq Iskandar membenarkan saat dikonfirmasi KabarMakassar.com, Sabtu (17/2).

“Almarhum punya riwayat sakit gondok, diare dan demam. Untuk Sulsel sudah tiga petugas KPPS yang meninggal dunia,”ujar Ishaq Iskandar.

Sebelumnya, dua anggota kelompok penyelenggara pemungutan suara atau KPPS di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) dikabarkan meninggal dunia pada Kamis (15/2).

Adalah anggota KPPS bertugas di Maakssar bernama Daliyah Salsabilab mahasiswi 23 Tahun warha BTN Minasa Upa Blok L 18 No 18 Keluhan Minasaupa, Kecamatan Rappocini.

Daliyah bertugas di TPS 45 Kelurahan Minasaupa, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar.

Sementara satunya diketahui identitas nya William Tandi Paelongan usia 23 Tahun yang juga status mahasiswa. William warga kompleks Taman Makassar Indah blok A3 NO 18, Kelurahan Bangkala, Kecamatan Manggala, Makassar, Sulawesi Selatan.

Diketahui korbam bertugas di TPS 46, Kelurahan Bangkala, Kecamatan Manggala, Kota Makassar.

Mantan Kadinkes Palopo itu juga menyampaikan terima kasih atas dedikasi Nakes pemkab kota,TNI polri dalam pelayanan kesehatan pemilu 2024.

“Bagi para petugas KPPS, bawaslu,TNI polri untuk menjaga kondisinya, jika ada keluhan kesehatan segera menghubungi petugas kesehatan,”ucapnya.

“Kita berharap tidak ada tambahan angka keaakitan dan kematian. Dan saat ini berdasarkan data cenderung menurun. Semoga makin menurun hingga tidam ada lagi yang sakit dan meninggal,”pungka Ishaq Iskandar.

PDAM Makassar